Rabu, 11 Maret 2015

Cerita dalam Sebuah Bus Tua

Aku duduk di dalam bus tua
Menjulurkan tangan
Menangkap angin

Aku duduk di dalam bus tua
Meraih cahaya
Mencari-cari ingatan

Aku duduk di dalam bus tua
Menyandarkan diri pada nasib
Senantiasa mengukir mimpi

Kini, aku telah sampai di pintu yang dituju
Meninggalkan jejak sambil berlalu
Melangkah tanpa ragu
(Padang, 7/3/2015)

Rabu, 25 Februari 2015

Biarkan, Bebaskan

Biarkan segalanya lepas
Dan yakinlah diri
Bahwa hidup adalah keabadian yang lain
Bila waktunya tiba sesiapa pun
Pasti kan berjumpa
Maka bebaskanlah diri itu
(Padang, 25-2-2015)

Kamis, 28 Agustus 2014

I Am Number 1

Just wanna share my date of birth :) 
* I've got this from facebook 

 
Number 1
You are smart, straight talking, funny, stubborn, hardworking, honest,Jealous on competing basis, kind hearted, angry, friendly, authorities, Famous person… always want to be and regarded as first on people position, they are often like to be independent, will never be under others, self confident people!
You are most likely to fall in love in the younger age, but will get marry when you mature! You are likely to have problems with people who have opposite views
And you are most likely to take revenge over your enemies in a long time basis. You are a spender, but you will have a good profession in the future.
If you are guy you will be very popular that everybody will have mental attraction and respect at you. You can go anywhere from the local shop to the heart of the parliament because you are positive and well talented in numerous issues!! But in your life you will always have some people who will work hard to bring you & your name down. This is undercover!! Coz of your smart behavior you will be hated by some people too…
Your family life is very cool, you will have a very nice partner & wonderful children… You are pioneer, independent & original…
Your best match is 4,6,8 good match is 3,5,7 !!!

Jumat, 18 Juli 2014

Sampai Jumpa Gadis Kecil

Usia bukanlah ukuran bagaimana menilai karakter atau watak seseorang. Usia kadangkala hanyalah hitungan angka-angka yang tak menentu. Adakalanya seseorang dengan usia dewasa tapi masih bertingkah dan berpola pikir seperti anak kecil. Ataupun sebaliknya ada orang dengan usia yang masih kecil (remaja/pra dewasa) tapi justru berlagak dan bertingkah seperti orang dewasa kebanyakan. Banyak hal yang menyebabkan hal demikian terjadi. Faktor lingkungan, bacaan, pergaulan, tontonan dan sebagainya barangkali menjadi beberapa sebab mengapa hal itu terjadi.

Kupasan di atas sebenarnya merupakan refleksi dari apa yang saya rasakan saat ini. Ada gadis kecil yang terjebak di dalam diri saya. Bagaimana hal ini bisa terjadi atau saya rasakan tentu akan memakan waktu yang panjang untuk menuliskannya. Saya hanya akan mengupas sedikit saja. Beberapa hal yang rasakan ketika menjadi "gadis kecil" dalam usia yang sudah dewasa ini adalah saya selalu membutuhkan bantuan seseorang untuk melakukan sesuatu. Baik itu untuk melakukan hal kecil maupun besar. Ataupun memutuskan sesuatu yang menyangkut kepentingan saya pribadi.


Saya juga tidak mengerti mengapa hal demikian terjadi. Mengapa saya begitu tergantung dengan orang lain? Padahal dari segi usia, saya sudah bisa dikategorikan dewasa. Apakah karena dalam keluarga saya merupakan anak bungsu. Ataukah karena saya merasa nyaman diperlakukan seperi gadis kecil. Saya lebih menyukai bersenang-senang daripada serius dalam memikirkan sesuatu. Saya senang mendapat perhatian dan dimanja. Padahal saya mengetahui sifat-sifat atau sikap seperti ini seringkali menyulitkan saya untuk bergerak. Orang-orang di lingkungan sekitar saya, utamanya keluarga kadangkala menjadikan ini sebagai ukuran atau pertimbangan untuk melarang saya untuk melakukan sesuatu.

Jujur, saya tidak ingin terus seperti ini. Namun di  lain sisi saya juga kesulitan untuk melepaskan diri dari genggaman gadis kecil tadi. Ia selalu mengikuti kemanapun saya pergi. Saya menyadari hal ini tidak baik. Karena tidak hanya menyusahkan saya pribadi. Tetapi juga orang lain. Bagaimana tidak, akibatnya saya tidak akan pernah benar-benar dewasa dan mandiri. Saya tidak akan pernah mampu untuk berbuat sesuatu bagi diri saya sendiri. Menjadi gadis kecil merupakan suatu kesenangan tersendiri. Namun yang perlu diketahui bahwa sesuatu itu ada batasnya. Suatu hari nanti saya akan benar-benar melepaskan genggaman itu dan mengucapkan salam perpisahan kepada gadis kecil. Saya akan berusaha keras. ^_^ (Padang, 18 Juli 2014)

Rumah yang Berdetak




waktu adalah seumpama rumah yang berdetak
ia merupa kejadian demi kejadian
yang berjatuhan dalam tanggal-tanggal
serupa ingatan-ingatan kabut di hati
adakalanya kita menjadi terisak sedih
adakalanya kita tertawa bahagia
adakalanya kita kecewa
ya, semuanya selalu menjadi sesuatu
yang mencerahkan jiwa
ataupun menjadi sunyi yang menentramkan
waktu adalah seumpama rumah yang berdetak
yang menciptakan rupa dan warna
sesaat setelah bunga-bunga bermekaran di halaman 

Keinginan dan Kita

Ketika kita memiliki sebuah keinginan, kita haruslah berusaha untuk mewujudkannya. Tidak cukup hanya dengan berharap dan berdoa. Namun kita perlu untuk melakukan sesuatu. Tidak peduli apakah keinginan kita itu besar atau kecil. Keinginan tetaplah sebuah keinginan jika ia tidak kita barengi dengan usaha yang maksimal. Ia tidak akan menjadi apa-apa jika kita hanya berkutat dengan harapan-harapan yang adakalanya membuat kita gelisah.

Siapapun di dunia ini pasti memiliki keinginan. Entah itu keinginan yang besar, kecil. Keinginan bagi diri sendiri, orang lain ataupun kelompoknya. Akan tetapi tidak semua orang pula yang memiliki keberanian, kepercayaan diri dan kesempatan untuk mewujudkannya. Beruntunglah bagi orang yang memiliki ketiga hal di atas. Maka ia akan dengan mudah dapat mewujudkan apa yang dia inginkan. Namun bagaimana jika seseorang hanya memiliki beberapa saja. Ada yang memiliki keberanian dan kepercayaan diri tapi tidak memiliki kesempatan karena sesuatu dan lain hal. Adapula yang memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu dalam hidupnya. Tetapi ia tidak memiliki keberanian ataupun kepercayaan diri untuk mewujudkan keinginannya tersebut. Maka yang terjadi adalah ketimpangan. Keinginan tersebut akan tetap menjadi keinginan. Atau keinginan tersebut belum dapat terwujud karena usaha yang kurang maksimal.


Kita tidak dapat berharap akan memperoleh hasil maksimal atau hasil yang sama dengan orang lain jika kita tidak melakukan hal yang sama seperti orang lain. Ada orang yang gigih memperjuangkan keinginan atau cita-citanya. Mereka berusaha dengan maksimal, sekuat tenaga mencoba meraih apa yang mereka inginkan tadi. Ataupun menempuh berbagai cara untuk meraihnya. Namun juga ada orang yang sebaliknya. Menginginkan banyak hal. Tetapi melakukan sedikit hal bahkan tidak ada untuk mewujudkan apa yang menjadi cita-citanya. Hal tersebut tentu menjadi sesuatu yang aneh dan tidak baik. Karena pada akhirnya keinginan tadi akan mewujud menjadi penyakit yang mengerogoti, hati dan pikiran. Penyakit ini dapat berupa rasa gelisah, takut, khawatir, iri, cemburu ataupun perasaan negatif lainnya. Tidak menutup kemungkinan juga mewujud ke dalam bentuk penyakit depresi atau stres.

Tentunya kita tidak menginginkan hal tersebut terjadi pada diri kita bukan. Nah, bagaimana cara agar apa yang kita inginkan dapat terwujud. Dan kita memiliki kesanggupan untuk terus berupaya meski kita menghadapi kegagalan demi kegagalan. Barangkali jawaban dari semua itu adalah Ketekunan. Kita perlu untuk fokus dan terus menerus menempuh berbagai jalan untuk mewujudkan keinginan kita tadi. Tidak peduli waktu yang kita butuhkan untuk mewujudkan keinginan itu lama atau sebentar. Karena ketekunan tanpa kesabaran juga akan percuma. Oleh sebab itu kita perlu untuk selalu beruasaha dan berupaya dengan sekuat tenaga untuk menjadi pribadi yang optimis dan "cerdas" dalam menghadapi segala keinginan.

Karena seperti yang kita ketahui. Semua keinginan tadi akan bermuara kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kenapa demikian? Sebab penentu terwujud atau tidaknya keinginan tadi adalah Dia Yang Maha Kuasa. Dia yang Maha Pemberi dan Maha Pemurah. Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Yang kita perlukan hanyalah terus berusaha, menumbuhkan harapan demi harapan dan berdo'a agar apa yang kita inginkan dapat terwujud. Maka lakukanlah apa yang kita bisa dengan maksimal. Dan lakukan segala sesuatu itu dengan rasa optimis dan bahagia. Agar apa yang kita lakukan memberikan pencerahan dan kesenangan yang tulus dari dalam hati. (Padang, 18 Juli 2014).  

Rabu, 29 Januari 2014

malam telah mati

kemana hilang segala yang bernyanyi
kemana terbang segala yang bersyayap
kemana pergi kata-kata yang tiada mau ditulis
kemana hati yang bimbang hendak singgah itu

malam telah mati

tiada cahaya

hanya esok yang kita inginkan
sebarkan setumpukl cahaya lain
memmancar hinggal
ke lubang-lubang
entah serupa apa
(Padang, 28/1/2014)