<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2150992704216165891</id><updated>2012-02-16T14:25:09.016+07:00</updated><category term='ideku'/><category term='Opini'/><title type='text'>Bukuku</title><subtitle type='html'>In life sometimes everything near you 
was easy to see, easy to hear, but hard to say.
So in this blog I'll try to write it and don't let it go.
Just to remind and maybe solve it. I hope...!!!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://adeira387.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeira387.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ade Faulina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00809668338096395191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yFRhgYcDHsc/SR0N3kF2bbI/AAAAAAAAAC0/W1OY312SGzc/S220/DSCI0011.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>31</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2150992704216165891.post-5575214660160738470</id><published>2012-01-05T12:31:00.000+07:00</published><updated>2012-01-05T12:31:41.378+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Pendidikan Ala Mbah Google</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Internet sebagai bagian dari perkembangan media massa tidak dapat dipungkiri memberikan pengaruh yang luas dalam kehidupan manusia (siapa saja). Kehadiran internet dan segala fasilitas “maya” yang dimilikinya tidak lagi menjadi milik kalangan tertentu atau sekelompok orang saja. Saat ini segala kemudahan yang ada di dalamnya telah dapat diakses oleh siapa pun dan di mana pun mereka berada. Baik itu dewasa, remaja hingga anak-anak dapat membuktikan kecanggihan yang dimiliki oleh media massa satu ini. Selain batas ruang dan waktu yang secara signifikan menjadikan dunia semakin “kecil”, internet pun berhasil menghapuskan eksklusifitas yang ada dalam diri manusia. Betapa tidak dengan akses yang dimilikinya, internet mampu menghubungkan siapapun dengan latar belakang apapun mulai dari &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;gender&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;, usia, suku, agama, pendidikan, status sosial, pekerjaan dsb hanya untuk satu kepentingan, yaitu memperoleh informasi dan melakukan interaksi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-0kyHWYlanUk/TwUyWmpPKLI/AAAAAAAAAIg/ZrOEd2L3jxE/s1600/6345438509_fbcf8fd24b.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://3.bp.blogspot.com/-0kyHWYlanUk/TwUyWmpPKLI/AAAAAAAAAIg/ZrOEd2L3jxE/s320/6345438509_fbcf8fd24b.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Internet dengan caranya sendiri mampu menyusup ke dalam sendi-sendi kehidupan manusia modern yang mau tak mau menggantungkan hidupnya pada kecanggihan dunia teknologi informasi setelah radio dan televisi. Mulai dari kehidupan sosial, ekonomi, budaya, politik, pendidikan maupun sendi kehidupan lain yang selama ini menjadi tolak ukur dalam melihat kemajuan suatu bangsa ikut terpengaruh dan menjadi bagian dari perkembangan tersebut. Namun seperti apa dan bagaimana pengaruh itu hadir dalam masing-masing sendi kehidupan tentunya sangat relatif. Apakah mereka berhasil memanfaatkannya dengan cerdik atau justru sebaliknya, menjadi “korban” dari dunia yang setiap detiknya menyediakan ruang informasi tanpa batas itu. Salah satunya dapat kita lihat pada dunia pendidikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Internet antara Tren dan Alternatif Positif&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dunia pendidikan tanah air sejak beberapa tahun terakhir terus menerus mendapat sorotan dari berbagai pihak karena dianggap menunjukkan penurunan kualitas. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Berdasarkan data Indeks Pembangunan Pendidikan untuk Semua atau &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Education For All (EFA) Global Monitoring Report 2011: The Hidden Crisis, Armed Conflict and Education &lt;/i&gt;yang dikeluarkan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) pada 1 Maret silam menunjukkan indeks pendidikan atau &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;education development index &lt;/i&gt;(EDI) di Indonesia menempati rangking 69 dari 127 negara di dunia. Padahal tahun 2010 lalu Indonesia berada di rangking 65 (&lt;a href="http://www.kompas.com/"&gt;www.kompas.com&lt;/a&gt;). Penurunan rangking ini secara tidak langsung menunjukkan perhatian kita terhadap dunia pendidikan tanah air relatif masih rendah. Tak mengherankan jika kemudian salah satu alternatif yang &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;coba &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;digunakan untuk memajukan dunia pendidikan tanah air adalah dengan penggunaan teknologi dan informasi (internet) dalam proses belajar mengajar&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; (PBM)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;. Baik itu &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;tingkat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;pendidikan dasar, menengah dan tinggi.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Penggunaan internet rupanya juga tidak ketinggalan meramaikan dunia pendidikan tanah air dalam satu dekade terakhir. Internet pun ikut menjadi bagian dari media yang membantu proses belajar mengajar para peserta didik. Media baru ini dianggap dapat membantu dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam belajar (proses PBM). Maka sudah hal yang lumrah dewasa ini para pengajar, baik guru maupun dosen menugaskan siswa/murid/pelajar/mahasiswanya untuk belajar melalui internet. Dalam arti guru atau dosen cukup memberikan tema/topik bahasan tentang mata pelajaran atau materi kuliah yang akan disampaikan kepada mereka. Baik itu berupa PR (Pekerjaan Rumah), makalah atau bahan presentasi yang menjadi menu wajib dalam metode pendidikan tanah air. Lalu tugas para peserta didiklah untuk mencari jawabnya melalui internet. Salah satunya dengan menggunakan mesin pencari (situs/&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;website&lt;/i&gt;) &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;google.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-V9bht2dSKSM/TwU1nBlKcgI/AAAAAAAAAIs/e__38tpFktY/s1600/google-watching.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="186" src="http://4.bp.blogspot.com/-V9bht2dSKSM/TwU1nBlKcgI/AAAAAAAAAIs/e__38tpFktY/s320/google-watching.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Keberadaan mesin pencari seperti &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;google, yahoo &lt;/i&gt;maupun &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;website &lt;/i&gt;lainnya di satu sisi memang memberikan manfaat yang besar dalam dunia pendidikan. Segala pengetahuan atau hal apapun yang ada di dunia akan ditemukan jawabannya lewat satu jari. Cukup meng-klik kata kunci yang kita maksud pada laman &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;google&lt;/i&gt;, maka dalam hitungan detik semua informasi yang kita inginkan akan muncul secara serentak. Mulai dari informasi umum, kecil bahkan yang bersifat rahasia dapat kita temukan di sini. Tak mengherankan jika kemudian penggunaan mesin pencari ini dirasa lebih efektif dan efisien digunakan sebagai salah satu media pendidikan tanah air di zaman yang serba instan ini. Mesin pencari satu ini pun kerap dijuluki &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;“mbah &lt;/i&gt;google” karena kemampuannya dalam mencari hal-hal yang dulunya kita anggap sulit untuk ditemukan jawabannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Meskipun demikian seperti dua sisi mata uang, dengan segala hal positif yang dimilikinya tidak menutup kemungkinan metode yang demikian juga menimbulkan&amp;nbsp; dampak negatif yang tidak kita sadari. Seperti yang kerap terjadi saat ini. Metode PBM melalui internet (mesin pencari &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;google&lt;/i&gt;) ini akan lebih tepat digunakan bagi peserta didik dari kalangan mahasiswa atau tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Dalam arti peserta didik yang telah paham dengan manfaat penggunaan internet. Bagi peserta didik seperti siswa (SD) yang notabenenya belum terlalu mengerti atau paham akan media satu ini, tentunya penerapan hal demikian tidak tepat sasaran. Baik dari segi usia maupun pengetahuan peserta didik yang masih dangkal terhadap fungsi dan manfaat teknologi (internet) itu sendiri. Tak jarang para guru khususnya lebih memilih menugaskan siswa untuk mencari jawaban dari tugas (PR) yang diberikan melalui mesin pencari &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;mbah google, &lt;/i&gt;padahal jawaban dari tugas-tugas tersebut masih dapat ditemukan di buku pelajaran yang mereka miliki. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Hal ini tentunya bukan dalam rangka menginginkan kemunduran dunia pendidikan tanah air. Hanya saja para guru atau pengajar juga perlu untuk memahami bahwa&amp;nbsp; penggunaan teknologi dan informasi tidak perlu dilakukan secara membabi buta. Kita pun perlu mempertimbangkan efek atau pentingnya penerapan hal demikian dalam dunia pendidikan bagi siswa. Bukankah dalam pendidikan dasar para peserta didik atau siswa perlu lebih diakrabkan dengan buku yang jamak kita ketahui merupakan jendela dunia. Dengan tujuan untuk menumbuhkan rasa ingin tahu siswa terhadap apa yang ada di sekitar mereka. Memberikan rangsangan bagi siswa untuk menggali apa yang mereka lihat, dengar dan baca. Bukan sebaliknya, menjadikan siswa hanya terpaku pada satu objek atau benda yang memang menyediakan segala sesuatunya secara komplit. Mau tidak mau penggunaan media internet bagi siswa juga perlu mempertimbangkan usia, kemampuan maupun porsi dari si siswa sendiri. Kita tentunya tidak menginginkan jika kemudian para siswa lebih lama bermain &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;game online &lt;/i&gt;daripada mencari PR yang ditugaskan oleh guru yang hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Begitu pula halnya dengan yang terjadi di kalangan mahasiswa. Istilah &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;copy-paste &lt;/i&gt;dalam pembuatan makalah atau tugas akhir seperti skripsi cukup sering kita dengar bahkan temukan. Ketidaktelitian dari dosen yang menugaskan (mengajar) pun menjadi persoalan yang cenderung memperparah keadaan ini. Kebanyakan dari para dosen pun kerap lengah dan malas untuk memeriksa kembali tugas dari mahasiswanya. Padahal jika diterapkan secara baik, tugas makalah atau skripsi tersebut di satu sisi dapat membantu mahasiswa dalam mengolah pemikirannya ke dalam bentuk kata-kata yang tersusun secara sistematis. Meskipun susunannya tersebut masih dalam bentuk sederhana (belum sempurna). Setidaknya mahasiswa dapat melatih dirinya untuk memiliki pendapat sendiri serta mampu untuk melakukan penelitian kecil-kecilan yang bermanfaat bagi mereka nantinya. Dan seharusnya menjadi tugas dosenlah untuk menanamkan disiplin, melatih kemampuan mereka dan menumbuhkan rasa percaya diri dengan apa yang mereka miliki (pengetahuan/pendapat) tersebut. Namun sejauh ini para dosen pun masih latah untuk tetap menghadapkan para mahasiswanya pada &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;mbah google &lt;/i&gt;dalam tiap tugas yang diberikan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Melihat hal di atas, maka belum terlambat rasanya jika pendidikan ala &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;mbah google &lt;/i&gt;ini dievaluasi kembali. Apakah sudah tepat penerapannya, bermanfaatkah serta hasil yang ada selama ini seperti apa. Baik atau burukkah? Beberapa hal yang dapat kita lakukan kedepannnya antara lain, melakukan seleksi terhadap mata pelajaran atau mata kuliah tertentu yang memang membutuhkan penggunaaan internet, memberikan pembekalan atau pemahaman terhadap fungsi dan manfaat internet bagi siswa pendidikan dasar, menetapkan batasan usia (kelas) bagi siswa yang telah dapat diberikan tugas melalui internet, dan meningkatkan kepedulian para pengajar terhadap apa yang telah mereka tugaskan. Baik sebelum maupun sesudah memberikan tugas dapat dijadikan sebagai solusi untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh internet. Hal ini tentunya bukan berarti kita kembali menjadikan mereka awam dengan kemajuan dan perkembangan dunia teknologi dan informasi. Akan tetapi guna mengajarkan peserta didik dan kita semua untuk lebih arif dan bijaksana dalam menyikapi apa yang ada. Demikian. (Padang, 11 – 21 Oktober 2011) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;*Penulis merupakan Alumnus Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN Imam Bonjol Padang.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2150992704216165891-5575214660160738470?l=adeira387.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeira387.blogspot.com/feeds/5575214660160738470/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2150992704216165891&amp;postID=5575214660160738470' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/5575214660160738470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/5575214660160738470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeira387.blogspot.com/2012/01/pendidikan-ala-mbah-google.html' title='Pendidikan Ala Mbah Google'/><author><name>Ade Faulina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00809668338096395191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yFRhgYcDHsc/SR0N3kF2bbI/AAAAAAAAAC0/W1OY312SGzc/S220/DSCI0011.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-0kyHWYlanUk/TwUyWmpPKLI/AAAAAAAAAIg/ZrOEd2L3jxE/s72-c/6345438509_fbcf8fd24b.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2150992704216165891.post-43675573832377197</id><published>2011-08-14T13:41:00.000+07:00</published><updated>2011-08-14T13:55:13.317+07:00</updated><title type='text'>Minat Baca dan Diskon Murah Meriah</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-XJpkR9FHN48/Tkdw7PbPjeI/AAAAAAAAAG4/VN_4bJfaZxg/s1600/3a3652f1c713b5df5e7376ce9466eee1665cf109_m.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 242px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-XJpkR9FHN48/Tkdw7PbPjeI/AAAAAAAAAG4/VN_4bJfaZxg/s320/3a3652f1c713b5df5e7376ce9466eee1665cf109_m.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5640601221360225762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center;line-height:150%"&gt;Kurangnya minat baca generasi muda bangsa ini sudah sejak lama menjadi rahasia umum. Bagaimana generasi muda lebih senang berlama-lama menonton tayangan TV, menikmati permainan &lt;i&gt;“game online” &lt;/i&gt;ataupun mengikuti tren yang hadir di dunia maya (internet) secara tidak sadar sudah dimaklumi berbagai kalangan. Generasi muda kerap terlena dengan semua fasilitas canggih yang tampak dan hadir di hadapan mereka. Secara bersamaan generasi muda memang dihadapkan pada keharusan untuk mengikuti perkembangan zaman yang semakin lama semakin tak terbendung ini. Namun di sisi lain minimnya pengetahuan generasi muda bagaimana cara memilah hal yang baik dan buruk bagi diri mereka ditenggarai menjadi salah satu efek dari kurangnya minat akan dunia baca (buku atau dunia literasi).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span&gt;                &lt;/span&gt;Buku yang secara ideal kerap diibaratkan sebagai jendela dunia tidak mampu membendung perkembangan dunia informasi dan teknologi yang melenakan para generasi muda. Selain membaca buku pelajaran (wajib) yang ada di sekolah generasi muda yang berada pada usia sekolah dan produktif ini justru menjadikan buku sebagai sesuatu yang asing. Generasi muda tidak lagi menganggap buku sebagai kebutuhan primer dalam kehidupan mereka sehari-hari. Sebagaimana yang diperlihatkan oleh generasi muda di masa lampau (pra kemerdekaan). Buku yang merupakan gudang ilmu itu kemudian tidak lebih menjadi kebutuhan kesekian dalam kehidupan para generasi muda saat ini. Jika ingin mengetahui penyebab hal tersebut tentunya banyak faktor atau alasan yang dapat kita kemukakan. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Pengaruh perkembangan dunia informasi dan teknologi yang pesat pastinya berada di urutan pertama. Tidak tumbuh dan berkembangnya budaya baca dan tulis di lingkungan formal (sekolah) dan non-formal (keluarga ataupun pergaulan), seragamnya jenis buku yang ataupun buku yang ada belum mampu menarik minat para generasi muda hingga harga buku yang tidak terjangkau (mahal) barangkali dapat dijadikan sebagai alasan. &lt;span&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span&gt;                &lt;/span&gt;Kecemasan-kecemasan akan persoalan yang dihadapi bangsa ini pun telah banyak mendapat sorotan dalam berbagai bentuk (tulisan maupun kegiatan-kegiatan). Baik oleh para pakar pendidikan, sosial budaya hingga para aktivis (LSM) yang notabenenya juga berperan dalam memperbaiki keadaan bangsa ini. Hal ini tampak dari banyaknya ulasan, diskusi, seminar ataupun tindakan nyata yang dipelopori oleh individu maupun kelompok dalam mencari solusi (efektif atau tepat sasaran) dalam rangka menumbuhkembangkan (kembali) minat baca di tengah generasi muda. Perlahan namun pasti jika usaha-usaha tersebut dilakukan secara konsisten dan terus menerus bukan hal yang mustahil nantinya para generasi muda akan kembali menghargai buku dan menjadikannya sebagai sesuatu yang penting. Meskipun dalam statistik angka generasi muda yang “asing” terhadap buku lebih dominan, namun kita pun tidak dapat meniadakan keberadaan para pemuda (generasi muda) lainnya yang justru menjadikan buku sebagai santapan sehari-hari (kutu buku). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Buktinya penyelenggaraan bazaar buku yang diadakan oleh kalangan-kalangan tertentu masih diminati oleh para generasi muda. Hal ini tampak dari ramainya anak-anak maupun remaja usia sekolah yang datang mengunjungi bazaar buku yang kerap diadakan tiap tahun tersebut. Toko buku (rental buku) pun makin menjamur bertebaran di kawasan kampus (pendidikan). Bahkan diskon besar-besaran yang diadakan oleh salah satu toko buku besar di Sumatera Barat selama satu bulan yang lalu mendapat respon yang cukup menggembirakan dari kalangan masyarakat. Terutama generasi muda yang berada pada usia sekolah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Para generasi muda dengan berbagai latar pendidikan ini datang berbondong-bondong. Ada yang datang bersama kedua orang tua, teman-teman, ataupun seorang diri. Hal ini tentunya tidak dapat diremehkan begitu saja. Secara tidak langsung menjadi bukti bahwa se-maju atau sepesat apapun perkembangan dunia teknologi dan informasi, buku dan segala hal dikandungnya masih dan akan selalu mendapatkan tempat di tengah masyarakat. Barangkali kita tidak dapat hanya menyalahkan mereka (generasi muda) kenapa tidak dapat menyukai buku dan bacaan bermutu lainnya. Harga buku yang terlalu mahal dan tidak dapat dijangkau oleh kantong generasi muda yang notabenenya masih meminta jatah (jajan) kepada kedua orang tua mungkin menjadi penyebab yang perlu kita sikapi. Bukankah diskon buku murah meriah telah terbukti dapat menarik minat para generasi muda untuk berkunjung ke toko buku dan kalau beruntung juga dapat membeli buku-buku tersebut. *** (Padang, 8 Feb 2011)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2150992704216165891-43675573832377197?l=adeira387.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeira387.blogspot.com/feeds/43675573832377197/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2150992704216165891&amp;postID=43675573832377197' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/43675573832377197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/43675573832377197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeira387.blogspot.com/2011/08/minat-baca-dan-diskon-murah-meriah.html' title='Minat Baca dan Diskon Murah Meriah'/><author><name>Ade Faulina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00809668338096395191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yFRhgYcDHsc/SR0N3kF2bbI/AAAAAAAAAC0/W1OY312SGzc/S220/DSCI0011.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-XJpkR9FHN48/Tkdw7PbPjeI/AAAAAAAAAG4/VN_4bJfaZxg/s72-c/3a3652f1c713b5df5e7376ce9466eee1665cf109_m.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2150992704216165891.post-7112871152981411083</id><published>2011-08-09T21:18:00.000+07:00</published><updated>2011-08-09T22:57:42.027+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ideku'/><title type='text'>Dunia Besar Dunia Kecil</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-wL9PuubGn_k/TkFHund1e_I/AAAAAAAAAFI/s-96CsA49rk/s1600/e4c030c52535407511dd7eb73d7b7693f8dfbaf1_m.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 206px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-wL9PuubGn_k/TkFHund1e_I/AAAAAAAAAFI/s-96CsA49rk/s320/e4c030c52535407511dd7eb73d7b7693f8dfbaf1_m.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5638867074638248946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu apakah istilah Dunia Besar Dunia kecil di atas pernah digunakan sebelumnya. Namun bagi saya pribadi, istilah ini memang datang begitu saja (tidak nyontek), yaitu saat saya dalam proses pengerjaan skripsi dua tahun silam. Terutama istilah dunia kecil yang memang secara spontan muncul saat itu. Saya ingat istilah ini saya gunakan dalam Kata Pengantar sebagai ucapan terima kasih untuk orang-orang yang telah membantu saya selama proses pengerjaan skripsi tahun 2009 lampau. Yap, saya termasuk orang yang mempertahankan tradisi untuk mengutarakan segala sesuatu secara gamblang, termasuk dalam penulisan skripsi sekalipun. Bukan untuk narsisme atau apapun namanya, hanya saja segala sesuatu itu memang akan terasa lebih lapang ketika telah tersampaikan. Meskipun itu hanya dalam sebuah buku yang bernama skripsi. Sedangkan untuk istilah dunia besar baru saya temukan beberapa jam yang lalu, heheheheh.... &lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Dunia besar merupakan tempat di mana kita berasal, tempat kita tinggal dan berproses secara alami dengan alam yang serba luas dan maha kaya ini. Kita (diri sendiri) menjadi bagian dari bumi yang merupakan rumah bagi makhluk hidup, termasuk juga kita sebagai manusia. Di dunia besar inilah kita memperlihatkan eksistensi sebagai makhluk yang tidak sia-sia penciptaan-Nya. Ia menjadi khlaifah di muka bumi. Membaca pedoman (alam, dll) serta menjalankan petunjuk yang ada. Segala yang ada di alam merupakan perwujudan kasih Tuhan. Sejauh mana kita bisa mengisi kehidupan di dunia besar ini tergantung bagaimana kita memandang diri kita sendiri. Apakah kita mampu mensyukuri segala nikmat. Bangkit ketika dihadapkan pada hal yang tidak menyenangkan. Dan tetap melangkah untuk mewujudkan segala keinginan yang kita alami. Dunia besar senantiasa menunggu kita untuk itu. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sementara itu dunia kecil menjadi pengibaratan diri kita yang rapuh. Ia merupakan perwujudan dari hal terdekat yang kita miliki. Keluarga, teman, kekasih, sahabat atau siapapun dan apapun yang selama ini membantu kita menjadi manusia yang lebih baik. Lebih baik di sini bukan hanya dalam bentuk memperoleh nikmat yang membahagiakan tetapi juga menjadikan kita seseorang yang menyadari kuasa alam, kuasa Tuhan yang menimpa diri kita. Seperti membangkitkan rasa peduli, bahagia, sedih, kecewa, dll yang menjadikan kita lebih baik. Meskipun kadangkala caranya tidak selalu baik. Seperti dipecat dari pekerjaan, putus cinta, patah semangat saat melakukan sesuatu. Nah, di dunia kecil inilah kita bergantung. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dunia besar dan kecil ini tanpa kita sadari memiliki keterkaitan yang erat. Dunia kecil dapat membawa kita ke dunia besar dengan langkah tegap dan pandangan optimis atau justru sebaliknya. Membuat kita takut, khawatir atau perasaan negatif lainnya yang merusak diri kita sendiri. Kemudian juga sebaliknya dari dunia besar inilah kita belajar untuk tegar, berani, pintar dalam bertindak dalam mengatasi berbagai persoalan yang berasal dari dunia kecil yang kadang mampu melumpuhkan hal-hal baik yang kita miliki. Maka sebaiknya keberadaan kita di dunia besar dan dunia kecil tersebut perlu kita sikapi secara bijak. Menjadikannya tempat berpijak yang seimbang. Tahu kapan saat masuk ataupun keluar dari semua persoalan yang barangkali kerap membuat kita "tersesat" .&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2150992704216165891-7112871152981411083?l=adeira387.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeira387.blogspot.com/feeds/7112871152981411083/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2150992704216165891&amp;postID=7112871152981411083' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/7112871152981411083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/7112871152981411083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeira387.blogspot.com/2011/08/dunia-besar-dunia-kecil.html' title='Dunia Besar Dunia Kecil'/><author><name>Ade Faulina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00809668338096395191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yFRhgYcDHsc/SR0N3kF2bbI/AAAAAAAAAC0/W1OY312SGzc/S220/DSCI0011.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-wL9PuubGn_k/TkFHund1e_I/AAAAAAAAAFI/s-96CsA49rk/s72-c/e4c030c52535407511dd7eb73d7b7693f8dfbaf1_m.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2150992704216165891.post-7163883155332198795</id><published>2010-10-29T13:23:00.000+07:00</published><updated>2010-10-29T13:51:21.873+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ideku'/><title type='text'>Seketika Itu Jua</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_yFRhgYcDHsc/TMpsGdGNbEI/AAAAAAAAAEs/3a77enYCaVc/s1600/2e183e0a081a6e52bedb9e5a09553f914acfcedf_m.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 206px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_yFRhgYcDHsc/TMpsGdGNbEI/AAAAAAAAAEs/3a77enYCaVc/s320/2e183e0a081a6e52bedb9e5a09553f914acfcedf_m.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5533353950323764290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_yFRhgYcDHsc/TMpsGdGNbEI/AAAAAAAAAEs/3a77enYCaVc/s1600/2e183e0a081a6e52bedb9e5a09553f914acfcedf_m.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak pernah tahu kapan ide akan datang dan berdiam di rumah yang kita miliki. Hal yang harus kita lakukan adalah menyambutnya dengan penuh suka cita. Mungkin dengan sekerat roti dan secangkir teh akan menyenangkan hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yap, aku sangat menyukai  fase atau proses ketika ide-ide itu memburuku. Terlebih ketika aku telah lama tidak berjumpa dengannya. Aku pun tidak peduli jika ide itu masih berupa sekerat kata yang belum berbentuk. Namun seperti  yang selalu aku nikmati, aku cukup menambahkan beberapa kata atau kalimat lainnya. Aku pun selalu bersyukur untuk sesuatu yang terlintas, sekelebat, sesaat, seketika itu jua. Tak peduli apapun bentuknya, seperti rupa di bawah ini....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Tidak sempat memunguti ide-ide&lt;br /&gt;Hari ini hanya ada remah-remah kata&lt;br /&gt;Entah dapat mengenyangkan atau tidak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Sejarah hanyalah ilusi angka-angka yang berdiam&lt;br /&gt;di tempat-tempat yang tak pernah kita singgahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*telah menyepakati&lt;br /&gt;akan berladang&lt;br /&gt;di tanah masing-masing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*bila waktu adalah perundingan&lt;br /&gt;semoga kesepakatan itu ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*tuan dan puan&lt;br /&gt;di tanah kita masing-masing&lt;br /&gt;hidup lamat-lamat kan bergulir&lt;br /&gt;tak usah risau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*kelak kenang dan usia&lt;br /&gt;hanyalah sekelebat tempat singgah&lt;br /&gt;di waktu  lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat... ^_*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2150992704216165891-7163883155332198795?l=adeira387.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeira387.blogspot.com/feeds/7163883155332198795/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2150992704216165891&amp;postID=7163883155332198795' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/7163883155332198795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/7163883155332198795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeira387.blogspot.com/2010/10/seketika-itu-jua.html' title='Seketika Itu Jua'/><author><name>Ade Faulina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00809668338096395191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yFRhgYcDHsc/SR0N3kF2bbI/AAAAAAAAAC0/W1OY312SGzc/S220/DSCI0011.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_yFRhgYcDHsc/TMpsGdGNbEI/AAAAAAAAAEs/3a77enYCaVc/s72-c/2e183e0a081a6e52bedb9e5a09553f914acfcedf_m.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2150992704216165891.post-9151425779231578284</id><published>2010-10-11T11:12:00.001+07:00</published><updated>2010-10-11T11:24:01.305+07:00</updated><title type='text'>Hadapi Saja!</title><content type='html'>Tanpa dapat kita prediksi dalam rentang waktu yang tidak diketahui, kita akan dihadapkan  dalam suatu fase meragukan diri sendiri maupun keadaan yang ada. Kita kerap berlindung dengan tameng bahwa kita merupakan manusia biasa. Lalu tanpa disadari kita pun telah menumpuk keluhan demi keluhan akibat dari adanya keraguan terhadap diri tadi. Keluhan-keluhan yang justru semakin memperparah situasi atau keadaan yang dialami. Bukan hanya memperparah keraguan-keraguan tersebut. Tetapi juga menjerumuskan diri kita pada ketidakmampuan untuk melihat potensi diri. Dalam arti tidak memaksimalkan potensi yang dimiliki. Singkatnya, menyia-nyiakan kelebihan tersebut. Jujur, saya, anda, ataupun orang lain pasti pernah mengalami fase di mana setiap hal selalu mendatangkan keluhan. Entah itu berupa persoalan sepele, maupun persoalan-persoalan besar yang tidak dapat kita kendalikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Banyak hal yang menjadi faktor kita kerapkali menjadi seseorang yang hobi mengeluh. Ketidakpuasan akan hal yang diperoleh, tidak maksimal dalam berbuat, tidak dapat mengatasi ketakutan-ketakutan dalam diri ataupun belum memiliki kesempatan untuk berbuat sesuatu yang sama atau melebihi orang lain merupakan sebahagian dari faktor-faktor yang menyebabkan seseorang, kita ataupun orang lain untuk mengeluh. Baik keluhan untuk muncul secara sengaja atau tidak dalam skala besar maupun kecil. Pada dasarnya persoalan “keluh-mengeluh” ini selalu muncul pada saat kita tidak sadar dengan apa yang telah kita peroleh. Selalu melihat keberhasilan-keberhasilan maupun pencapaian-pencapaian yang diperoleh oleh orang lain. Padahal keberhasilan-keberhasilan yang diperoleh oleh orang lain itu juga melalui perjuangan. Perjuangan yang barangkali justru lebih berat dari yang kita hadapi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Maka ketika kita mengeluh tanpa kita sadari alam bawah sadar akan merespon apa yang kita pikirkan dan rasakan itu menjadi sebuah hasil pencapaian dari “mengeluh” tadi. Andaikan kita mau menerima apa pun yang ada dalam hidup secara lapang dada (bukan pasrah) tentunya akan mendatangkan hasil yang berbeda. Baik bagi diri sendiri, lingkungan sekitar dan alam semesta ini tentunya. Belajar melihat apa yang kita peroleh sebagai sebuah usaha maksimal dan menjadikannya sebagai hasil yang memuaskan (tidak mengecewakan) justru akan lebih bermanfaat. Kita belajar  untuk menjadi manusia yang lebih “beradab” dalam arti menghargai kemampuan diri sendiri dan hasil yang telah dicapai. Karena tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama dengan yang kita peroleh. Jadi sudah sepantasnya kita mensyukurinya. *** (Padang, 26/9/2010)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2150992704216165891-9151425779231578284?l=adeira387.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeira387.blogspot.com/feeds/9151425779231578284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2150992704216165891&amp;postID=9151425779231578284' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/9151425779231578284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/9151425779231578284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeira387.blogspot.com/2010/10/hadapi-saja_10.html' title='Hadapi Saja!'/><author><name>Ade Faulina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00809668338096395191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yFRhgYcDHsc/SR0N3kF2bbI/AAAAAAAAAC0/W1OY312SGzc/S220/DSCI0011.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2150992704216165891.post-7388499356394201400</id><published>2010-10-11T11:12:00.000+07:00</published><updated>2010-10-11T11:21:27.957+07:00</updated><title type='text'>Hadapi Saja!</title><content type='html'>Tanpa dapat kita prediksi dalam rentang waktu yang tidak diketahui, kita akan dihadapkan  dalam suatu fase meragukan diri sendiri maupun keadaan yang ada. Kita kerap berlindung dengan tameng bahwa kita merupakan manusia biasa. Lalu tanpa disadari kita pun telah menumpuk keluhan demi keluhan akibat dari adanya keraguan terhadap diri tadi. Keluhan-keluhan yang justru semakin memperparah situasi atau keadaan yang dialami. Bukan hanya memperparah keraguan-keraguan tersebut. Tetapi juga menjerumuskan diri kita pada ketidakmampuan untuk melihat potensi diri. Dalam arti tidak memaksimalkan potensi yang dimiliki. Singkatnya, menyia-nyiakan kelebihan tersebut. Jujur, saya, anda, ataupun orang lain pasti pernah mengalami fase di mana setiap hal selalu mendatangkan keluhan. Entah itu berupa persoalan sepele, maupun persoalan-persoalan besar yang tidak dapat kita kendalikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Banyak hal yang menjadi faktor kita kerapkali menjadi seseorang yang hobi mengeluh. Ketidakpuasan akan hal yang diperoleh, tidak maksimal dalam berbuat, tidak dapat mengatasi ketakutan-ketakutan dalam diri ataupun belum memiliki kesempatan untuk berbuat sesuatu yang sama atau melebihi orang lain merupakan sebahagian dari faktor-faktor yang menyebabkan seseorang, kita ataupun orang lain untuk mengeluh. Baik keluhan untuk muncul secara sengaja atau tidak dalam skala besar maupun kecil. Pada dasarnya persoalan “keluh-mengeluh” ini selalu muncul pada saat kita tidak sadar dengan apa yang telah kita peroleh. Selalu melihat keberhasilan-keberhasilan maupun pencapaian-pencapaian yang diperoleh oleh orang lain. Padahal keberhasilan-keberhasilan yang diperoleh oleh orang lain itu juga melalui perjuangan. Perjuangan yang barangkali justru lebih berat dari yang kita hadapi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Maka ketika kita mengeluh tanpa kita sadari alam bawah sadar akan merespon apa yang kita pikirkan dan rasakan itu menjadi sebuah hasil pencapaian dari “mengeluh” tadi. Andaikan kita mau menerima apa pun yang ada dalam hidup secara lapang dada (bukan pasrah) tentunya akan mendatangkan hasil yang berbeda. Baik bagi diri sendiri, lingkungan sekitar dan alam semesta ini tentunya. Belajar melihat apa yang kita peroleh sebagai sebuah usaha maksimal dan menjadikannya sebagai hasil yang memuaskan (tidak mengecewakan) justru akan lebih bermanfaat. Kita belajar  untuk menjadi manusia yang lebih “beradab” dalam arti menghargai kemampuan diri sendiri dan hasil yang telah dicapai. Karena tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama dengan yang kita peroleh. Jadi sudah sepantasnya kita mensyukurinya. *** (Padang, 26/9/2010)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2150992704216165891-7388499356394201400?l=adeira387.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeira387.blogspot.com/feeds/7388499356394201400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2150992704216165891&amp;postID=7388499356394201400' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/7388499356394201400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/7388499356394201400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeira387.blogspot.com/2010/10/hadapi-saja.html' title='Hadapi Saja!'/><author><name>Ade Faulina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00809668338096395191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yFRhgYcDHsc/SR0N3kF2bbI/AAAAAAAAAC0/W1OY312SGzc/S220/DSCI0011.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2150992704216165891.post-5856301022957372245</id><published>2010-10-09T13:37:00.000+07:00</published><updated>2010-10-09T13:45:38.389+07:00</updated><title type='text'>Sulitnya Menulis</title><content type='html'>Beberapa pekan terakhir, menulis entah kenapa menjadi suatu hal yang sangat berat untuk aku lakukan. Ide yang biasanya dapat aku tulis secara mudah (lancar) sekarang menjadi sangat sulit. Secara sederhana penyakit "malas-ku" sedang kumat. Ide-ide yang aku miliki terbuang percuma. Aku belum menuliskannya sama sekali. Bahkan tidak jarang ide-ide itu pergi (menghilang). Namun aku pun tidak berusaha untuk mendapatkannya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dalam hari-hari ke depan ide-ide dan keinginan itu kembai mendatangiku. Karena pada dasarnya menulis merupakan hal yang paling aku sukai ^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2150992704216165891-5856301022957372245?l=adeira387.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeira387.blogspot.com/feeds/5856301022957372245/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2150992704216165891&amp;postID=5856301022957372245' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/5856301022957372245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/5856301022957372245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeira387.blogspot.com/2010/10/sulitnya-menulis.html' title='Sulitnya Menulis'/><author><name>Ade Faulina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00809668338096395191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yFRhgYcDHsc/SR0N3kF2bbI/AAAAAAAAAC0/W1OY312SGzc/S220/DSCI0011.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2150992704216165891.post-7743804077658553780</id><published>2009-08-28T17:51:00.000+07:00</published><updated>2009-08-28T17:55:03.824+07:00</updated><title type='text'>Hikayat Tukang Klaim</title><content type='html'>Kali ini saya benar-benar tidak tahan untuk berkomentar tentang hal yang lagi heboh diperbincangkan. Apalagi kalau bukan urusan "paten-mematenkan" yang dilakukan oleh negara tetangga. Ulah negara tetangga yang katanya serumpun itu memang benar-benar sudah mengganggu. Saya tidak paham masalah psikologis apa yang diderita oleh mereka, tapi jika berbagai pemberitaan itu benar, saya rasa penyakit jiwa yang mereka derita LEBIH PARAH daripada MICHAEL JACKSON. Yap...secara kasarnya bisa dikatakan bahwa devisa (pariwisata) benar-benar telah menyihir dan membutakan mereka. Norma bertetangga yang harusnya dipegang dan dilakukan sudah tak dipedulikan. Satu kata untuk itu "PARAH!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media massa tanah air sejak beberapa tahun terakhir memang kerap memberitakan ulah saudara serumpun (katanya) itu namun sepertinya mereka belum jera. Bahkan keberadaan bulan penuh rahmat pun tidak sanggup meredam kejahatan itu barang sekejap. Hal yang paling membuat saya tidak habis pikir adalah pemberitaan seputar forum yang intinya membenci Indonesia. Sesudah tari pendet (yang sudah diakui bukan punya mereka) sekarang giliran LAGU INDONESIA RAYA yang mereka buat bertele-tele. Melihat "usaha"  yang mereka lakukan selama ini untuk mencaplok budaya Indonesia  benar-benar suatu hal yang menyedihkan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bukanlah seorang budayawan namun semoga apa yang sampaikan ini memberi penyadaran dan pencerahan. Saya pikir budaya bukanlah sesuatu yang lahir dalam waktu 1-2 tahun. Klaim budaya yang mereka lakukan (bagi saya) adalah bentuk ketidakpercayaan diri yang mereka punya. Budaya itu tumbuh sebagai hasil dari perenungan akan kecintaan apa yang kita miliki, apa yang ada di sekeliling kita. Jika budaya mereka (rasa) miliki tentunya FENOMENA KLAIM-MENGKLAIM BUDAYA (ORANG ) INI TAK AKAN TERJADI. Karena seisi alam, jagad raya ini sebagaimana LAW ATTRACTION akan secara otomatis kembali pada mereka. Kepada pemilik sebenarnya. Tapi jika kita lihat akan apa yang mereka lakukan hal itu tentu tidak akan terjadi. Sebagai contoh ketika tarian Pendet (Bali) diklaim sebagai milik mereka, berbagai kejanggalan akan timbul. Merujuk kepada klaim-klaim sebelumnya, kenapa baru saat ini klaim itu dilakukan? Apakah karena baru sadar (punya-nya), baru butuh atau....? Kedua tari Pendet tidak lahir serta merta seperti lahirnya tarian modern sekarang yang hasil racikan dalam tempo singkat. Ia tentunya lahir dari naluri (hamba/orang Bali) yang menjadikannya sebagai ritual keagamaan Hindu-Budha yang tercermin dari gerak dan bahasa tubuh yang digunakan. Tidak masuk akal jika tarian yang demikian berakar dan tumbuh di negara serumpun tersebut. Karena ciri Budaya Melayu bukan demikian!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membahas berpanjang lebar (negatif) mungkin tidak akan saya lakukan. Karena saya menyadari     sebagai bangsa yang berkebudayaan, "rasa hormat itu tetap harus dijaga." Terlepas dari keberanian macam apa yang akan ditunjukkan oleh Pemerintah (Presiden dan Mentri Kebudayaan) serta orang-orang berkaitan dengan peristiwa ini (buadayawan, sejarawan, dll). Seandainya hal ini beranjak dari "dendam masa lalu" maka introspeksi diri wajib dilakukan. Namun jika hanya sekedar untuk "DEVISA/MEMPERKAYA DIRI" apa yang mereka lakukan benar-benar MEMALUKAN dan di luar kewajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa/Orang yang terhormat adalah orang-orang yang mencintai apa yang mereka miliki. Bukan mengambil apa yang dimiliki bangsa lain untuk diakui sebagai milik kita. "Lebih baik menjadi miskin tetapi puas (tidak [pernah mencuri) punya orang dibanding kaya tapi masih mengambil dan bersenang-senang dengan punya orang lain!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kesadaran dan keinsyafan itu segera datang pada mereka. Amin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2150992704216165891-7743804077658553780?l=adeira387.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeira387.blogspot.com/feeds/7743804077658553780/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2150992704216165891&amp;postID=7743804077658553780' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/7743804077658553780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/7743804077658553780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeira387.blogspot.com/2009/08/hikayat-tukang-klaim.html' title='Hikayat Tukang Klaim'/><author><name>Ade Faulina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00809668338096395191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yFRhgYcDHsc/SR0N3kF2bbI/AAAAAAAAAC0/W1OY312SGzc/S220/DSCI0011.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2150992704216165891.post-6724597540774058803</id><published>2008-12-14T15:08:00.000+07:00</published><updated>2008-12-14T15:11:26.455+07:00</updated><title type='text'>Hari Anti Korupsi, Jangan Terperosok di Lubang yang Sama!!!</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Beberapa waktu yang lalu tepatnya 9 Desember kembali diperingati sebagai hari anti korupsi se-dunia. Media elektronik pun ramai-ramai menyiarkan acara-acara seputar hari peringatan tersebut. Seperti tayangan “demonstrasi” yang dilakukan oleh beberapa orang anak kecil (TK) di depan gedung KPK yang menyuarakan aspirasi mereka agar para pejabat tidak lagi jadi “orang jahat”, orasi dari berbagai lapisan masyarakat guna menyampaikan harapan bagi bangsa dan negara ini ke depannya, hingga peresmian “kantin kejujuran” di beberapa sekolah di tanah air (Bali dan Sumatera Utara). &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Yap…hingga tahun 2008 negara Indonesia masih tercatat sebagai lima besar negara di dunia dengan kasus korupsi tertinggi. Fakta yang memprihatinkan tentunya mengingat potensi SDA yang dimiliki bangsa ini. Namun kita juga tak hendak meniadakan usaha-usaha yang dilakukan oleh pemerintahan SBY dalam membasmi “penyakit turunan” ini. Apa yang dilakukan oleh pemerintahan SBY merupakan sebuah langkah berani yang perlu didukung oleh semua pihak, terutama aparat hukum dan rakyat. Keseriusan dan kepekaan sangat diperlukan untuk suksesnya usaha tersebut. Agar penyelidikan dan penanganan kasus yang ada tidak berhenti begitu saja. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sebagaimana yang kita ketahui korupsi atau biasa disebut KKN sudah berada pada stadium akut (kronis) yang menggerogoti hampir seluruh lapisan masyarakat di negara ini. Tak peduli latar belakang, usia, jenis kelamin, jabatan, intelektualitas hingga status sosial, korupsi sudah merajalela dengan leluasa. Seperti pepatah &lt;i&gt;makanan tanpa garam akan hambar (terasa kurang) &lt;/i&gt;begitu pula halnya dengan korupsi. &lt;i&gt;Menjabat tanpa mengantongi sejumlah uang belumlah lengkap rasanya.&lt;/i&gt; Kita (masyarakat awam) pun merasa heran dengan tabiat para pejabat elit negara ini. Rakyat yang sudah miskin kok masih dibikin miskin lagi???&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Menjadi orang “pintar” atau wakil rakyat yang mengabdikan diri (katanya!) untuk rakyat di negeri zamrud khatulistiwa ini memang (sepertinya) mesti diperlakukan secara “istimewa” termasuk dalam urusan kemewahan (gaji/ uang). Entahlah mungkin karena jumlah penduduk yang diurusi terlalu banyak hingga membuat mereka capek, gaji atau pemasukan yang terlalu kecil, “bon” hutang yang semakin menumpuk, mencari kerja “sampingan” atau tambahan, jaminan hidup kelak (sesudah pensiun) atau karena negeri ini terlalu kaya sehingga “penyakit” (korupsi) ini tak bisa dihindari bahkan oleh mereka yang sudah kaya sekalipun! Meskipun mereka acap kali melihat di berbagai media (itu pun kalau mereka peduli!) rakyat yang menderita busung lapar, pendidikan yang semakin mahal, jalan tanah yang setiap hari harus dilalui untuk mencari sesuap nasi hingga kesehatan dan kesejateraan rakyat yang semakin jauh dari cita-cita kemerdekaan bangsa ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Jika &lt;i&gt;vox populi vox dei &lt;/i&gt;itu masih mujarab bolehlah rakyat kembali berharap dan berdoa bahwa bangsa ini akan benar-benar “sembuh” dari penyakitnya. Disadari atau tidak ketika mereka (wakil rakyat) memutuskan untuk menjadi tangan kanan rakyat maka dengan demikian apa yang didengar, dilihat dan dirasakan oleh rakyat juga turut mereka alami. Maka untuk ke depannya cukuplah penderitaan rakyat disudahi sampai di sini. Mulai dari kurangnya sensitifitas terhadap kesusahan rakyat, selalu buntu ketika dimintai solusi dalam menyelesaikan persoalan-persoalan rakyat, kerumitan prosedur (yang disengaja) ketika mereka (rakyat) menyelesaikan kepentingan-kepentingan (public), keteledoran dalam penanganan persoalan yang ada (kesehatan, pendidikan, kemiskinan, kesejahteraan) hingga berbagai kecurangan yang dilakukan untuk mengelabui dan menyusahkan rakyat. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hari anti korupsi yang diperingati setiap 9 Desember itu hendaknya memberikan pencerahan dan kesadaran bagi mereka (pejabat) yang merasa “mampu” untuk membantu rakyat dan menjadi wakil rakyat (wakil Tuhan) untuk memikirkan kembali kapasitas yang mereka miliki. Baik itu secara fisik, intelektualitas, materi (kekayaan), mental, spiritual, dan kapasitas moral. Agar rakyat tak lagi dikelabui, didustai dan disengsarakan. Menyerahkan segala urusan kepada orang menguasai dan ahli di bidangnya merupakan langkah yang lebih baik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Padang, 10 Des 2008 &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;****&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2150992704216165891-6724597540774058803?l=adeira387.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeira387.blogspot.com/feeds/6724597540774058803/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2150992704216165891&amp;postID=6724597540774058803' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/6724597540774058803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/6724597540774058803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeira387.blogspot.com/2008/12/hari-anti-korupsi-jangan-terperosok-di.html' title='Hari Anti Korupsi, Jangan Terperosok di Lubang yang Sama!!!'/><author><name>Ade Faulina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00809668338096395191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yFRhgYcDHsc/SR0N3kF2bbI/AAAAAAAAAC0/W1OY312SGzc/S220/DSCI0011.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2150992704216165891.post-4338239998885443327</id><published>2008-12-14T14:07:00.000+07:00</published><updated>2008-12-14T14:15:25.752+07:00</updated><title type='text'>Pilihan ikuti prosedur yang acapkali mengecewakan…!</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Beberapa waktu yang lalu seorang senior pernah bercerita tentang pengalamannya berkunjung ke kampus atau perguruan tinggi yang ada di negara tetangga (Singapura), yang di sana segala keperluan administrasi kampus mahasiswa berupa urusan KTM (Kartu Tanda Mahasiswa), masuk ke ruangan perpustakaan dan fasilitas kampus lainnya cukup hanya dengan menggunakan satu buah kartu yang dapat difungsikan untuk berbagai hal. Tanpa perlu kerepotan mengurusi berbagai kartu atau lembaran-lembaran lain yang pada dasarnya tujuan hanya satu yaitu, sebagai kartu identitas diri untuk memperoleh izin dalam menggunakan fasilitas kampus seperti halnya yang terjadi di sebagian kampus atau perguruan tinggi tanah air. Hal tersebut tentunya merupakan sebuah kebanggaan bagi kampus atau perguruan tinggi (luar negeri) yang bersangkutan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Bagaimana halnya dengan yang terjadi di kampus-kampus tanah air? Jawaban yang didapat justru berbanding terbalik dengan cerita di atas. Tentunya kita sudah banyak mendengar dan melihat langsung berbagai keluhan dan cerita-cerita mengesalkan tentang menyelesaikan persoalan administrasi kampus yang dihadapi mahasiswa. Seperti sulitnya proses untuk terdaftar sebagai mahasiswa di sebuah perguruan tinggi, keterlambatan penyerahan nilai hasil ujian, system daftar ulang guna mengikuti perkuliahan semester berikutnya yang masih &lt;i&gt;ribet &lt;/i&gt;(merepotkan), serta urusan-urusan sedehana seperti meminjam dan mengembalikan buku-buku perpustakaan tak jarang menjadi alasan mahasiswa sehingga mengambil sikap untuk tidak peduli atau &lt;i&gt;cuek&lt;/i&gt; untuk mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan &lt;i&gt;tetek bengek &lt;/i&gt;kampus.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Budaya “senang repot” sepertinya masih melekat pada diri sebagian orang yang memilih profesi untuk menjadi “pelayan” akademisi kampus atau mereka yang menangani persoalan yang berkaitan dengan administrasi (kampus). Dalam arti urusan-urusan yang seharusnya dapat diselesaikan dengan cepat dan mudah justru menjadi berlama-lama yang pada akhirnya pun tak kunjung selesai jika diserahkan pada “pihak yang berwenang.” &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Hal ini tanpa maksud menyepelekan atau tidak menghargai jasa mereka atau orang-orang yang telah bergelut di bidang surat menyurat (administrasi). Namun memang begitulah adanya kondisi yang ditemui dan terjadi di lapangan. Tak jarang pilihan untuk menyelesaikan suatu persoalan melalui jalur birokrasi atau prosedur yang jelas menjadi momok yang menakutkan dalam diri sebahagian mahasiswa. Hal ini dikarenakan berbelit-belitnya system yang harus dijalani tersebut yang kebanyakan hanya berujung pada kekecewaan yang terus saja berulang. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Kemajuan dunia teknologi dan informasi yang semakin deras dewasa ini sebenaranya menyediakan ruang pemanfaatan yang luas berkaitan dengan persoalan keseharian yang kita hadapi. Adanya perangkat media digital berupa internet sudah sepantasnya menjadi sebuah peluang positif yang harus diambil manfaatnya. Sebagai contoh berupa persoalan administrasi kampus yang semestinya sudah canggih dan &lt;i&gt;simple &lt;/i&gt;(sederhana). Kerepotan ataupun kerumitan-kerumitan untuk mengatasi persoalan-persoalan sederhana jauh-jauh hari sudah menjadi masa lalu hendaknya. Bukannya malah menjadi warisan hal buruk yang terus dipertahankan.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Maka merupakan tugas kita bersama untuk mengubah hal tersebut yang terlanjur menjadi citra negatif dalam diri mahasiswa. Kita haruslah mengubah pola pikir atau prasangka negatif yang menyatakan mereka (kampus atau perguruan tinggi lain) dapat melakukan atau bergerak ke arah tersebut karena mereka memiliki dana atau modal yang cukup menjadi pemikiran positif. Kemajuan ke arah yang lebih baik hanya akan berjalan jika semua pihak memiliki kemauan dan keinginan yang kuat untuk mewujudkannya. Dalam hal itu berupa pelayanan maksimal (baik) serta memuaskan bagi siapa pun (mahasiswa) tanpa pandang bulu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Perguruan tinggi (lembaga pendidikan) notabenenya bukan hanya sebagai tempat menuntut ilmu (proses belajar mengajar) yang hanya menyediakan setumpuk materi dan tugas yang harus diselesaikan oleh mahasiswanya. Tetapi juga dapat menyediakan fasilitas-fasilitas yang menambah kenyamanan dalam proses belajar itu sendiri baik berupa sarana fisik ataupun berupa pelayanan yang professional dan bersahaja bagi mahasiswanya. Bukankah pada akhirnya kesungguhan dan profesionalisme menjadi harga mutlak dari sebuah kemajuan dalam berbagai segi kehidupan di era global ini. ***&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2150992704216165891-4338239998885443327?l=adeira387.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeira387.blogspot.com/feeds/4338239998885443327/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2150992704216165891&amp;postID=4338239998885443327' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/4338239998885443327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/4338239998885443327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeira387.blogspot.com/2008/12/pilihan-ikuti-prosedur-yang-acapkali.html' title='Pilihan ikuti prosedur yang acapkali mengecewakan…!'/><author><name>Ade Faulina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00809668338096395191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yFRhgYcDHsc/SR0N3kF2bbI/AAAAAAAAAC0/W1OY312SGzc/S220/DSCI0011.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2150992704216165891.post-8718496606205359478</id><published>2008-12-14T13:55:00.000+07:00</published><updated>2008-12-14T13:57:31.284+07:00</updated><title type='text'>PERGURUAN TINGGI “STOP” HASILKAN PEKERJA!</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;Beberapa tahun terakhir kehadiran para lulusan perguruan tinggi (negeri, swasta dan agama) sepertinya kurang digubris atau mendapat perhatian lagi di tengah masyarakat. Saat ini lulusan-lulusan (sarjana) yang dihasilkan oleh perguruan tinggi dianggap hanya sebagai penambah panjang daftar pengangguran (orang-orang yang tidak bekerja) di negeri ini. Mereka cendrung hanya dianggap sebagai “pengangguran baru” yang kebetulan memiliki “gelar” akademik tertentu. Para sarjana yang dengan susah payah menyelesaikan bangku perkuliahannya selalu dipandang sebelah mata. Baik itu oleh kalangan akademisi kampus maupun masyarakat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hal ini secara tidak langsung dapat dilihat melalui pencitraan yang diberikan oleh media selama ini. Dapat kita saksikan bagaimana media (cetak dan elektronik) dengan gigih dibantu oleh para pakar akan melakukan penilaian, penghitungan dan meramalkan nasib para “pengangguran baru” ini dengan angka-angka statistik (yang memusingkan) setiap tahunnya (periode kelulusan). Media massa sepertinya berlomba-lomba untuk memprediksikan lulusan mana yang lebih siap pakai (berkualitas) dan kampus atau perguruan tinggi mana yang lebih berjaya dalam menghasilkan lulusan dalam jumlah yang fantastis (banyak). &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Hal itu sering kali dilakukan sesaat setelah mereka (sarjana) merayakan keberhasilannya pada saat diwisuda. Bahkan di kalangan civitas akademika sendiri juga beredar guyonan “Lebih baik jadi MA (Mahasiswa Abadi) daripada menyelesaikan perkuliahan tepat pada waktunya tapi ujung-ujungnya jadi pengangguran!” Dengan penyambutan “hangat” seperti ini yang secara tidak langsung menanamkan paradigma “jadi sarjana = harus bekerja” kepada para lulusan, civitas akademika dan masyarakat maka tidaklah mengherankan jika beberapa waktu kemudian ramalan-ramalan tersebut menjadi kenyataan yang lagi-lagi justru memusingkan mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Paradigma atau pemikiran yang seperti ini haruslah dikikis habis. Bagaimana tidak, kaum terpelajar atau intelektual muda yang juga disebut sebagai generasi penerus bangsa yang seharusnya dihargai dan diberikan dorongan semangat serta optimisme dalam memberikan yang terbaik kepada bangsanya di masa depan justru diperlakukan sebaliknya. Mereka secara tidak langsung dianggap (maaf) sebagai kaum yang tidak berguna dan tidak dapat berbuat apa-apa bagi kemajuan dan kejayaan bangsa ini yang ironisnya selalu bercita-cita untuk itu! Padahal pemberian gelar serta upacara pelantikan (wisuda) yang dilakukan selama berjam-jam tersebut tujuan sebenarnya adalah untuk mewujudkan hal tersebut. Tak lain merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan dari akademisi kampus dan lingkungan sekitar atas usaha yang mereka lakukan serta prestasi yang mereka raih sesuai dengan bidang yang mereka tekuni masing-masing.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Indonesia sebagai bangsa yang kaya akan hasil bumi (Sumber Daya Alam/SDA) tentunya sangat membutuhkan para sarjana (intelektual muda) ini dalam mengelola semua kekayaan tersebut. Di antaranya adalah untuk menciptakan ide-ide atau gagasan-gagasan baru, menghasilkan karya-karya yang bermanfaat, memberikan pendidikan dan pengajaran untuk meningkatkan jumlah sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing tinggi di negara ini, menjaga dan melestarikan kebudayaan yang dimiliki serta mampu untuk meningkatkan martabat dan harga diri bangsa (dalam maupun luar negeri). Pada dasarnya tugas-tugas inilah yang sedianya menjadi tanggung jawab “pengangguran baru” tersebut. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Di era global seperti saat ini bukan lagi saatnya untuk berdebat mengenai berapa banyak pemerintah harus menyediakan lapangan kerja, program-program studi apalagi yang perlu ditambah, berapa banyak lagi perguruan-perguruan tinggi harus didirikan, berapa banyak para ahli (professor) yang perlu diimpor ke negeri ini ataupun berapa persen lulusan yang bekerja di dalam maupun menjadi “buruh/pekerja” di negara asing yang notabenenya justru tidak mendapat apa-apa kecuali siksaan dan kematian ataupun memperhitungkan statistik-statistik rumit yang tidak dapat menyelesaikan persoalan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Bangsa ini harusnya berpikir bagaimana cara untuk memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi yang berkembang saat ini serta memanfaatkan dengan sungguh-sungguh apa yang kita miliki guna menghasilkan para pemikir-pemikir (intelektual muda / sarjana) yang kritis, kreatif, inovatif, memiliki optimisme, dalam menghadapi persoalan-persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar dalam kehidupannya sehari-hari. Suatu kemajuan hanya akan terwujud jika semua pihak mau berpikir mencari jalan keluar dari persoalan-persoalan yang ada. Tentunya secara tidak langsung lembaga pendidikan (perguruan tinggi) memiliki wewenang dan tugas untuk mewujudkan hal-hal di atas. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Menjadi sarjana, intelektual, ilmuwan tidaklah sama dengan menjadi pekerja. Karena hakikat dari menjadi intelektual atau ilmuwan dalam arti paham dan menguasai bidang pengetahuan tertentu adalah seberapa besar kemauan dan kepekaan kita untuk berpikir, menggunakan akal dan pikiran guna melihat, memperhatikan, menelaah, menghadapi, mencari jalan keluar dan menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada. Baik itu terkait dengan bidang keilmuan yang kita kuasai maupun tidak. Bukan dari seberapa banyak lamaran yang telah dikirimkan ke perusahaan-perusahaan asing yang hanya menjadikan para sarjana tadi sebagai bawahan dan pekerja itu pun jauh dari bidang yang mereka kuasai.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Istilah &lt;i&gt;“cogito ergo sum” &lt;/i&gt;yang diutarakan para filosof (Yunani)&lt;i&gt; &lt;/i&gt;dapat dijadikan pedoman untuk melangkah menghadapi hari-hari baru dalam kehidupan para sarjana atau intelektual muda ini di tengah-tengah masyarakat nantinya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Padang, 10-6-2008&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2150992704216165891-8718496606205359478?l=adeira387.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeira387.blogspot.com/feeds/8718496606205359478/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2150992704216165891&amp;postID=8718496606205359478' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/8718496606205359478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/8718496606205359478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeira387.blogspot.com/2008/12/perguruan-tinggi-stop-hasilkan-pekerja.html' title='PERGURUAN TINGGI “STOP” HASILKAN PEKERJA!'/><author><name>Ade Faulina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00809668338096395191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yFRhgYcDHsc/SR0N3kF2bbI/AAAAAAAAAC0/W1OY312SGzc/S220/DSCI0011.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2150992704216165891.post-3565736534856498613</id><published>2008-12-14T13:49:00.000+07:00</published><updated>2008-12-14T13:53:16.389+07:00</updated><title type='text'>“Remote Control” untuk sebuah Pergerakan Mahasiswa</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Dewasa ini sudah menjadi rahasia umum bahwa pergerakan mahasiswa pasca reformasi ini tidak segencar dan “sesukses” era-era sebelumnya (60-an dan reformasi). Pergerakan mahasiswa saat ini cendrung &lt;i&gt;stagnan&lt;/i&gt; tanpa ada suatu terobosan atau inovasi baru. Hal itu ditandai dengan semakin berkurangnya tingkat sensitifitas mahasiswa dalam membaca dan mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi rakyat, mahasiswa tidak lagi dapat menyikapi serta mempengaruhi kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah yang pada dasarnya cendrung merugikan rakyat, mahasiswa tidak lagi memegang idealismenya secara murni sehingga menyebabkan pergerakan mahasiswa saat ini sudah “terkontaminasi” oleh pihak-pihak tertentu. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Bahkan indikasi ini semakin terlihat jelas saat para mahasiswa dengan aksi demontrasinya yang kian hari kian “sarkas dan merugikan” hanya dipandang sebelah mata oleh mereka yang didemo. Demonstrasi dahulunya memang merupakan salah satu bentuk atau cara yang ditempuh oleh mahasiswa untuk menyuarakan aspirasi (pikirannya) terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang pada saat itu dianggap tidak sesuai atau sejalan dengan idealisme yang mereka yakini. Namun beda halnya dengan yang terjadi sekarang, demonstrasi mahasiswa bukan lagi sesuatu yang menakutkan dan pantas dihadapi dengan serius namun malah jadi opera sabun yang menggelikan bagi penontonnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Adanya indikasi dan kenyataan-kenyataan di atas menimbulkan suatu pertanyaan di benak kita, mengapa pergerakan mahasiswa setelah 10 tahun reformasi ini tak ubahnya hanya menjadi “pergerakan robot?” Layaknya robot yang untuk melakukan sesuatu hanya perlu sebuah &lt;i&gt;remote control &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;untuk memerintah dan mengendalikannya. Ia sama sekali tidak dapat berbuat apa-apa untuk dirinya. Maka tanpa panjang lebar ia pun akan siap sedia untuk melakukan apapun yang diperintahkan oleh “bosnya”, tanpa perlu berpikir atau mengetahui apa maksud atau tujuan dari yang ia kerjakan tersebut. Hal inilah yang kemudian mengkhawatirkan dan menimbulkan kerisauan dalam diri kita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Banyak contoh yang mengantarkan kita pada praduga di atas. Dimulai dengan adanya pertikaian di tubuh perguruan tinggi agama di Sumatera Utara awal tahun 2008 lalu yang berakhir dengan kericuhan dan kekerasan. Kasus ini pun bermula dari adanya perselisihan masalah kepemilikan tanah kampus tersebut. Kemudian adanya aksi demo yang terkait dengan hasil Pilkada di berbagai wilayah yang akhirnya cendrung memprovokatori masyarakat bukan malah meyelesaikan masalah yang dapat diselesaikan melalui jalur hukum. Demonstrasi menolak kenaikan BBM pada bulan Mei lalu yang (sepertinya) diantisipasi dengan BKM serta yang paling hangat yaitu demonstrasi mahasiswa di sejumlah wilayah untuk membubarkan FPI yang dianggap merugikan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Semua persoalan ini pada akhirnya juga tidak memperoleh titik terang dan malahan menghilang begitu saja dari peredaran. Pergerakan yang dilakukan mahasiswa berupa berbagai demonstrasi justru tidak membuahkan hasil sama sekali. Belum lagi jika ditambah dengan keberadaan organisasi-organisasi kemahasiswaan yang ironisnya malah memunculkan pertikaian dan perpecahan (internal dan eksternal) seperti yang banyak terjadi saat ini. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Organisasi tidak lagi menjadi tempat yang seharusnya melahirkan dan membentuk watak para intelektual (pemikir) muda, organisatoris “berkelas” maupun pemimpin-pemimpin masa depan yang seyogyanya berjiwa lapang, berwawasan luas serta tidak berpikiran sempit (dangkal) seperti layaknya tauladan yang telah ditinggalkan oleh generasi sebelumnya. Mereka dapat menunjukan jati diri pemuda Indonesia dengan gemilang serta pencitraan yang jujur tentunya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Jika saja para mahasiswa atau pemuda bangsa saat ini mau berbesar hati untuk melakukan introspeksi diri guna menelaah hal-hal apa saja yang selama ini telah mereka lakukan dan seberapa banyak hasil yang diperoleh dari “pergerakan-pergerakan” tersebut alangkah lebih baik dan mulianya. Para mahasiswa hendaknya tidak lagi menjadi robot-robot tanpa perasaan yang tak mampu berpikir dan selalu bertindak membabi buta untuk “mengerjakan tugas-tugasnya” dalam hal merespon apa yang terjadi di lingkungan sekitar (rakyat). Karena hakikat dari sebuah pergerakan adalah melakukan sebuah perpindahan, pembaharuan dan perbaikan. Sedangkan hakikat dari menjadi mahasiswa adalah menjadi orang yang menggunakan akalnya semaksimal mungkin dalam melihat dan menghadapi berbagai persoalan yang ada. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Oleh sebab itu pergerakan mahasiswa sudah saatnya memiliki “magnit” yang kuat untuk menarik apapun yang ada di sekitarnya. Seperti bidang lainnya pergerakan mahasiswa juga membutuhkan alternatif lain berupa inovasi-inovasi yang lebih baru dan ampuh. Dapat menampilkan bentuk-bentuk serta visi misi pergerakan yang berbeda dan baru. Suatu pergerakan yang lebih berkualitas, berbobot, konsekuen serta lebih memiliki nilai (kebaikan). Sehingga dapat memberikan peran yang lebih besar dalam melakukan perbaikan di tengah masyarakat (rakyat). Dapat menjadi “magnit” yang kuat dalam menarik apapun yang ada di sekitarnya. Dengan demikian &lt;i&gt;remote control&lt;/i&gt; secanggih apapun tidak akan bisa mengendalikannya dalam berbuat.&lt;/p&gt;  (Singgalang, Juni 2008)&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2150992704216165891-3565736534856498613?l=adeira387.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeira387.blogspot.com/feeds/3565736534856498613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2150992704216165891&amp;postID=3565736534856498613' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/3565736534856498613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/3565736534856498613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeira387.blogspot.com/2008/12/remote-control-untuk-sebuah-pergerakan.html' title='“Remote Control” untuk sebuah Pergerakan Mahasiswa'/><author><name>Ade Faulina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00809668338096395191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yFRhgYcDHsc/SR0N3kF2bbI/AAAAAAAAAC0/W1OY312SGzc/S220/DSCI0011.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2150992704216165891.post-8545949430048276512</id><published>2008-12-08T18:06:00.000+07:00</published><updated>2008-12-08T18:09:22.399+07:00</updated><title type='text'>Idul Adha... datang lagi!</title><content type='html'>Cuma mau ngucapin MET HARI RAYA IDUL ADHA MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN buat yang baca blog ini. Trims before!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2150992704216165891-8545949430048276512?l=adeira387.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeira387.blogspot.com/feeds/8545949430048276512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2150992704216165891&amp;postID=8545949430048276512' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/8545949430048276512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/8545949430048276512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeira387.blogspot.com/2008/12/idul-adha-datang-lagi.html' title='Idul Adha... datang lagi!'/><author><name>Ade Faulina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00809668338096395191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yFRhgYcDHsc/SR0N3kF2bbI/AAAAAAAAAC0/W1OY312SGzc/S220/DSCI0011.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2150992704216165891.post-6218361294770677568</id><published>2008-11-06T20:47:00.000+07:00</published><updated>2008-11-06T21:04:02.514+07:00</updated><title type='text'>Yes, He Can...Obama become the Next President</title><content type='html'>Tak ada kata lain yang pantas untuk menggambarkan Pilpres 2008 AS selain SPEKTAKULER...Betapa tidak setelah lebih 2 tahun episode menegangkan dai sejarah pemerintahan Amerika bergulir, akhirnya kemarin tanggal 4 Nov (Kamis, 4 Nov/ waktu Indonesia) pertanyaan dunia pun terjawab. Barack Husein Obama Jr menjadi Presiden kulit hitam pertama di negara adidaya tersebut. Semua bergembira, euforia yang mencengangkan. Harapan akan perubahan terus didengungkan. Terlebih di tanah air kita (Indonesia).&lt;br /&gt;Semoga dengan kemenangan Obama ini setidaknya dapat membawa keseimbangan bagi negara-negara di dunia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi Congratulations&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2150992704216165891-6218361294770677568?l=adeira387.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeira387.blogspot.com/feeds/6218361294770677568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2150992704216165891&amp;postID=6218361294770677568' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/6218361294770677568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/6218361294770677568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeira387.blogspot.com/2008/11/yes-he-canobama-become-next-president.html' title='Yes, He Can...Obama become the Next President'/><author><name>Ade Faulina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00809668338096395191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yFRhgYcDHsc/SR0N3kF2bbI/AAAAAAAAAC0/W1OY312SGzc/S220/DSCI0011.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2150992704216165891.post-7585305286069598104</id><published>2008-10-18T16:59:00.000+07:00</published><updated>2008-10-18T17:04:38.841+07:00</updated><title type='text'>Tolong dijawab!!!</title><content type='html'>1. Kenapa orang penting suka telat? Lebih penting mana orang penting yang datang belakangan atau orang nggakpenting yang datang duluan… &lt;p&gt;2. Kenapa orang-orang yang disebut seniman suka tampil aneh dan suka yang aneh-aneh? Emang sudah dari sananya,bawaan orok atau cuma biar bisa eksis???&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Kenapa orang-orang pada demo RUU POrnografi dan Pornoaksi? Ibu-ibu, bapak-bapak (yang pada demo) sadar dong…negeri ini (dulunya) banyak menghasilkan orang-orang berkelas  yang punya integritas dan inteletuaktualitas bukannya bom seks kelas atas!!! soal budaya mah…kita juga sama-sama tahu (rundingkan dengan kepala dingin)!!!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Figur “ibu” dio TV (Sinetron) kok cuma jadi “hantu?” menakutkan, mengerikan, dandanan serba menor, suka menghardik, suhu no. wahid dalam mengajari anak2nya yang tidak baik. Ibu dan anaknya (putra-putri) kok cuma dijadikan penjahat?  9 bulan 10 hari itu bukan lah berkah untuk melahirkan orang-orang yang ujung2nya cuma bisa bawa musibah. TOLONGLAH PARA IBU (yang katanya  sekelas KARTINI) DIGAMBARKAN SESUAI FITRAHNYA…Mbak Rieke Diah Pitaloka (LSM Prempuan) kalau ada waktu lebih baik ini yang didemo dan diperjuangkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5. Katanya penduduk Indonesia itu dari SABANG sampai MERAUKE. Tapi kenapa yang dapat bantuan dan tetek bengek soal kesejahteraan rakyat hanya sekitar “pulau itu saja (jawa)? Subsidi gasnya mana buat pulau-pulau yang lain???&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2150992704216165891-7585305286069598104?l=adeira387.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeira387.blogspot.com/feeds/7585305286069598104/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2150992704216165891&amp;postID=7585305286069598104' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/7585305286069598104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/7585305286069598104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeira387.blogspot.com/2008/10/tolong-dijawab.html' title='Tolong dijawab!!!'/><author><name>Ade Faulina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00809668338096395191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yFRhgYcDHsc/SR0N3kF2bbI/AAAAAAAAAC0/W1OY312SGzc/S220/DSCI0011.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2150992704216165891.post-2527646147597914336</id><published>2008-10-18T14:17:00.000+07:00</published><updated>2008-10-18T15:42:03.583+07:00</updated><title type='text'>Barrack Obama, as a President?! (we hope)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_yFRhgYcDHsc/SPmhO8d-VlI/AAAAAAAAACs/n2ulsyKRWTo/s1600-h/barack2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_yFRhgYcDHsc/SPmhO8d-VlI/AAAAAAAAACs/n2ulsyKRWTo/s320/barack2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258411318053852754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhelatan negara demokrasi dalam hitungan hari akan kembali diselenggarakan di negara adidaya, Amerika  Serikat.  Namun  ada yang  berbeda pada perhelatan kali ini. Palgi kalau bukan 2 calon presiden yang saling bersaing, John Mc Cin dan Barrack Obama. Ada kelebihan dari masing-masing calon, entah siapa yang akan menjadi penghuni Gedung Putih selanjutnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua calon presiden tersebut gencar berkampanye guna memperlihatkan keunggulan masing-masing. Jika senator gaek John Mc Cain sudah malang melintang lama di dunia perpolitikan, maka saingannya BarrackObama justru harus berjuang ekstra dalam meyakinkan publik Amerika akan kemampuan politik yang ia miliki. Namun sesuatu yang "baru" menawarkan sesuatu yang berbeda menjadi kunci sukses Obama di masa depan. Apalagi kalau bukan "We need a change" yang menjadi keyword dalam berbagai kampanye yang dilakukannya. Jika ia terpilih maka ia akan menjadi orang kulit hitam pertama yang menjadi Presiden di negeri Paman Sam tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingar bingar perhelatan pemilihan umum Presiden AS pada kali ini benar-benar memukau mata dunia. Eropa, Amerika, Afrika, hingga Asia. Terutama Asia Tenggara di sebuah negara kepulauan bernama Indonesia. Tak perlu lagi dijelaskan apa sebabnya. Salah seorang calon presiden AS, Barrack Obama pernah merasakan kehidupan di suatu sudut Jakarta, Indonesia. Ia pernah menghabiskan secuil masa kecilnya di kota tersebut. Suatu kebanggaan yang tiada tara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu jauh-jauh hari sudah tampak.Mulai dari proses seleksi, pencalonan, hingga keberhasilan-keberhasilan yang ia capai selama pelaksanaan kampanye menjadi sesuatu yang menarik yang selalu disajikan secara besar-besaran, menjadi headline di setiap pemberitaan media massa negeri ini. Sepertinya negeri ini sangat berharap akan kemenangan "bocah kecil Jakarta" tersebut. Entah harapan seperti apa yang coba digantungkan kepada seorang Obama...? Coba mengembalikan kedaulatan dan kehormatan negeri ini di mata dunia ataukah potongan hutang negara yang jumlahnya kian bertambah tersebut...???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2150992704216165891-2527646147597914336?l=adeira387.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeira387.blogspot.com/feeds/2527646147597914336/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2150992704216165891&amp;postID=2527646147597914336' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/2527646147597914336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/2527646147597914336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeira387.blogspot.com/2008/10/barrack-obama-as-president-we-hope.html' title='Barrack Obama, as a President?! (we hope)'/><author><name>Ade Faulina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00809668338096395191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yFRhgYcDHsc/SR0N3kF2bbI/AAAAAAAAAC0/W1OY312SGzc/S220/DSCI0011.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_yFRhgYcDHsc/SPmhO8d-VlI/AAAAAAAAACs/n2ulsyKRWTo/s72-c/barack2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2150992704216165891.post-4180703948995112080</id><published>2008-08-06T12:37:00.000+07:00</published><updated>2008-08-06T13:04:59.732+07:00</updated><title type='text'>Partai Islam dalam Bingkai Fanatisme</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;Persoalan tentang keislaman dewasa ini kini kian kompleks saja. Mulai dari masyarakat awam hingga para intelektual, ulama atau pakar-pakar keislaman tanpa terkecuali. Beberapa kasus yang hadir di negeri ini dapat kita jadikan contoh nyata. Seperti: munculnya aliran-aliran yang tidak sesuai dengan aqidah Islam, fitnah atas nama Islam hingga perselisihan di tubuh berbagai golongan, kelompok, komunitas yang mengusung identitas Islam. Pada contoh yang disebutkan terakhir dapat kita lihat dari tulisan-tulisan yang ada di media massa cetak maupun maupun tayangan-tayangan di media massa elektronik (televise).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Islam dengan berbagai ajarannya tentang kebenaran dan tolerasi dalam menjalani kehidupan (social) ternyata belum dapat diaplikasikan secara maksimal oleh umatnya. Adanya perpecahan dalam tubuh organisasi (partai) besar di tanah air yang kita cintai ini dapat kita jadikan rujukan. Beberapa partai besar yang dahulunya menyematkan label Islam sebagai tuntunan dalam usaha pencapaian visi dan misi demi kesejahteraan umat lambat laun sepertinya mulai tergerus arus kehidupan (modern) yang tidak dapat dielakkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Kebenaran-kebenaran serta nilai-nilai ajaran Islam yang mereka ketahui sebelumnya kemudian menjadi luput dalam kaitannya dengan pengamalannya di lapangan. Dalam hal ini aplikasinya di organisasi yang menaungi mereka. Kepentingan pribadi justru menggerus kepentingan bersama yang seharusnya lebih diutamakan. Banyak hal yang dapat kita jadikan sebagai alasan atau penyebab dari itu semua. Di antaranya, ilmu atau pengetahuan akan Islam yang sempit, kurangnya kepercayaan diri terhadap apa yang dimiliki, serta adanya fanatisme terhadap seseorang (mengagung-agungkan) teladan serta merupakan pemimpin di dalam partai sepertinya menjadi biang keladi dari semua persoalan internal partai (Islam) tersebut. Padahal Islam mengajarkan bahwa untuk mencintai maupun membenci sesuatu itu tidak boleh berlebihan (sekedarnya).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Mau tidak mau adanya sikap penghambaan yang demikian menjadikan ajaran Islam yang bersifat universal menjadi parsial akibat ulah pribadi (individu) umatnya sendiri. Persoalan-persoalan yang seharusnya dapat diselesaikan dengan kepala dingin justru malah menjadi berbelit-belit, tidak terselesaikan hingga perpecahan pun dianggap sebagai pilihan akhir. Belum lagi ditambah dengan tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan norma ataupun nilai-nilai Islam yang menjurus kepada tindakan kriminal acapkali dilakukan tanpa mempedulikan kerugian-kerugian yang akan diderita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Sedangkan sistem ketatanegaraan kita pun (Indonesia) menganut paham demokrasi yang memberikan kesempatan sama dan merata kepada warga negaranya untuk bersuara atau berpendapat. Oleh sebab itu merupakan suatu hal yang patut kita sadari bahwa Islam bukanlah agama yang memaksa. Memaksakan ajarannya, pengikutnya ataupun nilai-nilai yang ada di dalamnya. Islam merupakan agama bagi mereka yang berpikir. Berpikr dalam tiap ucapan, apa yang ia lihat, perbuatan yang dilakukan ataupun hal-hal lain yang berkaitan dengan kehidupan social umatnya. Semoga perselisihan di tubuh partai-partai Islam akhir-akhir ini dapat berakhir dengan damai, terbuka dan dapat diterima dengan lapang hati oleh semua pihak, termasuk para pengikut anggota partai yang bersangkutan.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;****&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2150992704216165891-4180703948995112080?l=adeira387.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeira387.blogspot.com/feeds/4180703948995112080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2150992704216165891&amp;postID=4180703948995112080' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/4180703948995112080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/4180703948995112080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeira387.blogspot.com/2008/08/partai-islam-dalam-bingkai-fanatisme.html' title='Partai Islam dalam Bingkai Fanatisme'/><author><name>Ade Faulina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00809668338096395191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yFRhgYcDHsc/SR0N3kF2bbI/AAAAAAAAAC0/W1OY312SGzc/S220/DSCI0011.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2150992704216165891.post-4897534728428451865</id><published>2008-06-04T20:35:00.000+07:00</published><updated>2008-06-04T20:37:23.522+07:00</updated><title type='text'>Kebingungan Pemerintah = Kesusahan Rakyat</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;Jika menyebut kata &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; saat ini, pikiran kita hanya akan tertuju pada hal-hal yang bermakna negatif, yaitu “masalah dan kekacauan-kekacauan”. Hal ini tentunya merupakan suatu yang beralasan mengingat bagaimana keadaan negeri ini dari tahun ke tahun, yang tak henti-hentinya dirundung masalah. Mulai dari yang ringan hingga amat berat yang sepertinya sudah tidak bisa lagi diatasi. Musibah demi musibah pun belum juga sanggup untuk menyadarkan bangsa yang dulu dikenal sebagai Macan Asia ini, yang terjadi justru malah sebaliknya, perselisihan dan pertengkaran selalu saja mewarnai wajah bangsa dalam mengatasi masalah yang ada. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Era reformasi pun belum menampakkan hasil selain adanya “kebebasan sebebas-bebasnya” yang dinikmati seluruh negeri. Keadaan menjadi bertambah buruk ketika pemegang kekuasaan tertinggi (saat ini) yang disebut dengan pemerintah tidak mampu menjadi penyelamat dari situasi-situasi sulit layaknya tokoh utama dalam film-film &lt;i style=""&gt;superhero &lt;/i&gt;yang menjadi tontonan wajib generasi muda (penerus bangsa). Pemerintah tidak mampu menunjukkan “taring”nya dalam menghadapi dan mengatasi berbagai persoalan yang menghadang, baik dari dalam maupun serangan dari luar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Jika kita ingin mengetahui contoh (masalah)nya seperti apa, tentunya sudah sangat banyak dan tak terhitung. Seperti, penanganan bencana alam di pelosok negeri, terutama Aceh (tsunami 2004) dan lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo Jawa Timur yang kebanyakan dari mereka masih tidur di tenda-tenda pengungsian tak tahu sampai kapan, kasus penganiayaan, pemerkosaan dan pembunuhan TKI yang merupakan penghasil devisa terbesar tak bisa diselamatkan oleh negara yang mestinya memiliki daulat baik ke dalam maupun ke luar, penyelidikan dan sidang kasus-kasus tindak korupsi (KKN) para pejabat Negara maupun elemen asing yang bermukim di negeri ini yang cendrung &lt;i style=""&gt;gone with the wind, &lt;/i&gt;belum lagi kasus pencurian dan penjarahan pulau-pulau, SDA, kebudayaan oleh bangsa asing yang ironisnya hanya menjadi buah bibir dan sepertinya “tak usah diambil pusing”. Bahkan untuk kasus-kasus ini pun pemerintah hanya mampu untuk berkata “ jangan gegabah!” &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Belum lagi jika ditambah dengan kasus dari segi pendidikan. Biaya pendidikan yang mahal, adanya kekerasan demi kekerasan di lembaga yang harusnya melahirkan pemikir-pemikir cerdas yang memperbaiki bangsa malah menjadi pembunuh-pembunuh berdarah dingin berwajah “bung-bung muda”. Upaya mengungkap kebenaran oleh mereka yang peduli malah menuai mutasi yang herannya justru diamini oleh pemegang tampuk kekuasaan tertinggi. Hingga masalah teraktual saat ini, yaitu kenaikan BBM dan pemberian BLT bagi rakyat yang notabenenya sudah sangat miskin ini. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Kenaikan harga BBM yang selama ini menjadi kekhawatiran rakyat kecil ternyata sudah tak dapat dielakkan lagi. Maka pada hari Sabtu (24/5) lalu secara resmi harga minyak di tanah air kembali mengalami kenaikan sekaligus menandai adanya pengurangan subsidi pemerintah kepada rakyat. Kebijakan pemerintah ini diambil seiring dengan terjadinya kenaikan harga minyak dunia yang semakin drastis. Tak pelak lagi para ibu rumah tangga pun harus mengencangkan ikat pinggang untuk mengatasi dampak kenaikan BBM dan para bapak pun sepertinya harus lebih giat bekerja untuk membiayai hidup keluarga sehari-hari yang kian hari selalu bertambah sulit.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Sungguh merupakan suatu yang ironis, mengingat negeri ini memiliki kekayaan berlimpah ruah yang sayangnya justru dinikmati oleh bangsa asing. Sektor pertambangan dan hasil bumi yang seharusnya dapat digunakan untuk menghidupi bangsa ini jauh-jauh hari telah jatuh dan dimiliki oleh bangsa asing. Kemudian diperparah dengan adanya penurunan dari segi produksi migas tanah air beberapa tahun terakhir.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Hal ini seperti yang tertulis dalam Koran harian daerah, Sumatera Barat,&lt;i style=""&gt; Singgalang &lt;/i&gt;(Kamis, 29/5) yang menyebutkan sebesar 84 % produksi migas yang dimiliki Indonesia kini dikuasai asing. Sementara sisanya kebanyakan adalah sumur tua yang dikelola oleh Pertamina (Persero). Seperti yang dinyatakan oleh Deputi Direktur Wahana Lingkungan Hidup &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; (Walhi), Erwin Usman bahwa “Sebanyak 329 blok migas di tangan asing. Jika diletakkan titik-titik pada peta &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; maka &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; sudah tergadaikan”. Dia pun mengatakan luas lahan konsesi yang dikuasai asing untuk migas mencapai 95, 45 juta hektar. Sedangkan luas daratan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; mencapai 192.257.000 hektar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“Nasi sudah menjadi bubur”, kita tentunya tidak ingin menyalahkan siapa pun dalam kenaikan harga BBM (minyak dunia) yang memang serempak terjadi di berbagai belahan dunia, namun yang mengherankan kenapa pemerintah (&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;) tidak mengatasi atau mencegahnya dari jauh-jauh hari. Bukankah negeri ini juga memiliki ekonom-ekonom (ahli ekonomi) yang katanya diakui eksistensi dan kemampuannya di pentas dunia? Merupakan suatu hal yang amat disayangkan jika lonjakan harga minyak dunia yang pastinya sudah diramalkan (diketahui) akan terjadi tidak dapat dimanfaatkan pemerintah untuk menyejahterakan rakyat, setidaknya untuk menyenangkan rakyat yang seumur hidupnya selalu susah paling tidak untuk “sehari”. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Pemerintah seharusnya dapat memberikan alternatif-alternatif bagi rakyat dalam mencegah dan mengatasi dampak kenaikan BBM ini. Mulai dari skala kecil hingga yang besar. Seperti, memberikan pembekalan ketrampilan dalam bidang usaha kecil dan menengah (UKM) yang lebih inovatif, menawarkan energi-energi baru lain sebagian pengganti energi panas migas (misal: air laut, minyak sayur), dalam skala luas membatasi jumlah kendaraan yang masuk ke dalam negeri serta yang paling penting usaha untuk meningkatkan kembali produksi minyak dalam negeri (jika mungkin) dan mengurangi jumlah ekspor ataupun impor luar negeri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Jika alternatif-alternatif ini dapat dilaksanakan setidaknya kerepotan-kerepotan dan kebingungan pemerintah selama ini yang sibuk menutupi konsumsi nasional dengan jalan mengambil dana APBN hanya untuk konsumsi BBM yang justru banyak digunakan oleh kalangan menengah atas dapat dikurangi. Dan mengingat seperti yang dikutip dari koran harian pagi Padang Ekspres, Minggu (25/5) bahwa kenaikan harga BBM bersubsidi bisa saja terjadi dua kali sepanjang tahun ini, mengingat harga minyak dunia yang menunjukkan tren meningkat. Apabila sudah menyentuh level USD 150 per barel, kenaikan harga BBM bersubsidi tidak dapat dihindari, meski pemerintah baru saja menaikkannya, Sabtu (24/5).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Oleh sebab itu untuk mencegah terjadinya hal yang lebih buruk seperti demo-demo anarkis yang banyak terjadi dari berbagai kalangan pra dan pasca kenaikan BBM saat ini, ada baiknya pemerintah melakukan introspeksi diri dan menetapkan langkah-langkah bijak, bukan malah membuat kebijakan yang beranjak dari “alternatif terakhir” yang menjadi pilihan. Sehingga usaha yang dilakukan pemerintah itu setidaknya dapat mengurangi rentetan panjang persoalan yang ada dan tidak teratasi di negeri zamrud khatulistiwa ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2150992704216165891-4897534728428451865?l=adeira387.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeira387.blogspot.com/feeds/4897534728428451865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2150992704216165891&amp;postID=4897534728428451865' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/4897534728428451865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/4897534728428451865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeira387.blogspot.com/2008/06/kebingungan-pemerintah-kesusahan-rakyat.html' title='Kebingungan Pemerintah = Kesusahan Rakyat'/><author><name>Ade Faulina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00809668338096395191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yFRhgYcDHsc/SR0N3kF2bbI/AAAAAAAAAC0/W1OY312SGzc/S220/DSCI0011.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2150992704216165891.post-5119896548573420428</id><published>2008-05-18T15:43:00.000+07:00</published><updated>2008-05-18T15:45:15.124+07:00</updated><title type='text'>Iseng aja...!</title><content type='html'>&lt;a href="http://graphics-comment.blogspot.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i234.photobucket.com/albums/ee208/decnote/Love-comments/Love-comment-75.gif" alt="Lovely cute Comments" title="More Cute Comments" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2150992704216165891-5119896548573420428?l=adeira387.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='text/html' href='http://graphics-comment.blogspot.com/2008/02/love-and-cute-comments.html' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeira387.blogspot.com/feeds/5119896548573420428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2150992704216165891&amp;postID=5119896548573420428' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/5119896548573420428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/5119896548573420428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeira387.blogspot.com/2008/05/iseng-aja.html' title='Iseng aja...!'/><author><name>Ade Faulina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00809668338096395191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yFRhgYcDHsc/SR0N3kF2bbI/AAAAAAAAAC0/W1OY312SGzc/S220/DSCI0011.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i234.photobucket.com/albums/ee208/decnote/Love-comments/th_Love-comment-75.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2150992704216165891.post-6241105524757507066</id><published>2008-05-06T13:23:00.000+07:00</published><updated>2008-05-06T13:35:52.632+07:00</updated><title type='text'>keren abis</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/qVEcloLm4I4&amp;amp;hl=en"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/qVEcloLm4I4&amp;amp;hl=en" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2150992704216165891-6241105524757507066?l=adeira387.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeira387.blogspot.com/feeds/6241105524757507066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2150992704216165891&amp;postID=6241105524757507066' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/6241105524757507066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/6241105524757507066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeira387.blogspot.com/2008/05/keren-abis.html' title='keren abis'/><author><name>Ade Faulina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00809668338096395191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yFRhgYcDHsc/SR0N3kF2bbI/AAAAAAAAAC0/W1OY312SGzc/S220/DSCI0011.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2150992704216165891.post-2341619283061474254</id><published>2008-04-25T13:52:00.001+07:00</published><updated>2008-04-25T14:05:11.676+07:00</updated><title type='text'>Rame-rame pakai Batik</title><content type='html'>Kalau sempat kita perhatikan dalam tayangan hiburan yang ada di televisi beberapa hari belakangan, ada sesuatu yang menarik di sana. Publik figur sedang terserang tren, yaitu mengenakan batik ke mana pun mereka pergi. Sebenarnya nggak ada yang salah sih. Hal ini sangat bagus mengingat kebudayaan kita saat ini menjadi incaran bangsa lain. Tapi satu hal yang perlu  diingat di sini, kebudayaan etnik kita nggak cuma batik. Masih banyak kebudayaan lain yang perlu dijaga. Seperti untuk jenis kain saja sangat banyak. Ada kain ulos, songket, dll. Jadi semuanya perlu dilestarikan, JANGAN SAMPAI DICURI LAGI! So, buat semua pihak kalau ada yang punya inisiatif menjadikan ulos dan songket lebih familiar kenapa nggak...!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2150992704216165891-2341619283061474254?l=adeira387.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeira387.blogspot.com/feeds/2341619283061474254/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2150992704216165891&amp;postID=2341619283061474254' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/2341619283061474254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/2341619283061474254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeira387.blogspot.com/2008/04/rame-rame-pakai-batik_24.html' title='Rame-rame pakai Batik'/><author><name>Ade Faulina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00809668338096395191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yFRhgYcDHsc/SR0N3kF2bbI/AAAAAAAAAC0/W1OY312SGzc/S220/DSCI0011.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2150992704216165891.post-503668587482700976</id><published>2008-04-25T13:52:00.000+07:00</published><updated>2008-04-25T13:54:39.004+07:00</updated><title type='text'>Rame-rame pakai Batik</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2150992704216165891-503668587482700976?l=adeira387.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeira387.blogspot.com/feeds/503668587482700976/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2150992704216165891&amp;postID=503668587482700976' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/503668587482700976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/503668587482700976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeira387.blogspot.com/2008/04/rame-rame-pakai-batik.html' title='Rame-rame pakai Batik'/><author><name>Ade Faulina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00809668338096395191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yFRhgYcDHsc/SR0N3kF2bbI/AAAAAAAAAC0/W1OY312SGzc/S220/DSCI0011.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2150992704216165891.post-4127731483960947309</id><published>2008-04-24T16:11:00.000+07:00</published><updated>2008-04-24T16:54:28.451+07:00</updated><title type='text'>Jangan hanya KARTINI...!</title><content type='html'>Pahlawan perempuan Indonesia bukan Kartini saja kok! Masih banyak perempuan-perempuan Indonesia lainnya yang berjasa besar. Namun bedanya  hanya Kartini menjadi sorotan sedang perempuan lainnya tidak. Jasa mereka pun lebih besar dari yang telah dilakukan KArtini. Dari Sabang sampai  Merauke pasti ada deh perempuan yang punya hal positif yang pastinya juga pantas disejajarkan dengan Kartini. Sebut saja Cut Nyak Dien, Rohana Kudus yang udah jadi wartawan wanita hingga menerbitkan majalah sendiri &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sunting Melayu, &lt;/span&gt;hingga Martina Christina Tiahahu di Maluku. Jadi perempuan Indonesia punya prestasi dan jasa yang membanggakan bukan hanya Kartini. Sudah saatnya perempuan Indonesia menjadikan perempuan2 tersebut panutan. Maka namanya bukan lagi hari kartini. tapi hari PAHLAWAN WANITA INDONESIA!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2150992704216165891-4127731483960947309?l=adeira387.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeira387.blogspot.com/feeds/4127731483960947309/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2150992704216165891&amp;postID=4127731483960947309' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/4127731483960947309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/4127731483960947309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeira387.blogspot.com/2008/04/jangan-hanya-kartini.html' title='Jangan hanya KARTINI...!'/><author><name>Ade Faulina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00809668338096395191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yFRhgYcDHsc/SR0N3kF2bbI/AAAAAAAAAC0/W1OY312SGzc/S220/DSCI0011.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2150992704216165891.post-4976737914765356531</id><published>2008-04-24T15:59:00.000+07:00</published><updated>2008-04-24T16:08:31.825+07:00</updated><title type='text'>U Can See but U Can Touch...!</title><content type='html'>Ungkapan inilah yang pernah dikeluarkan oleh seorang publik figur (perempuan) dalam sebuah kesempatan wawancara. Kalimat ini bisa dikatakan sebagai sebuah pembelaan diri atas kasus yang sedang dihadapinya. Namun yang membuat saya menjadi tercenung kalau perempuan Indonesia yang katanya menganut tradisi ketimuran memegang prinsip seperti ini, waduhhh.....bisa kacau tuh..! Perempuan kalau begitu nggak jauh beda dong sama dagangan yang kalau tamapak luarnya aja (maaf) sudah menggiurkan tentunya siapa saja pengin megang dong?! So, buat semua PEREMPUAN INDONESIA marilah kita MENCINTAI APA YANG ADA PADA DIRI KITA. Semua yang ada pada diri kita as a woman merupakan barang berharga yang harus dijaga sekuat tenaga tuh!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2150992704216165891-4976737914765356531?l=adeira387.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeira387.blogspot.com/feeds/4976737914765356531/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2150992704216165891&amp;postID=4976737914765356531' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/4976737914765356531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/4976737914765356531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeira387.blogspot.com/2008/04/u-can-see-but-u-can-touch.html' title='U Can See but U Can Touch...!'/><author><name>Ade Faulina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00809668338096395191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yFRhgYcDHsc/SR0N3kF2bbI/AAAAAAAAAC0/W1OY312SGzc/S220/DSCI0011.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2150992704216165891.post-8256846679028215387</id><published>2008-04-14T16:34:00.000+07:00</published><updated>2008-04-14T16:40:12.849+07:00</updated><title type='text'>Refreshing dulu yaa...!!!!</title><content type='html'>Gambar-gambar keren....!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s294.photobucket.com/albums/mm83/drop_dead1792/photography/?action=view&amp;amp;current=z55822594.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i294.photobucket.com/albums/mm83/drop_dead1792/photography/z55822594.jpg" border="0" alt="Photography" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s294.photobucket.com/albums/mm83/drop_dead1792/photography/?action=view&amp;amp;current=z71819048.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i294.photobucket.com/albums/mm83/drop_dead1792/photography/z71819048.jpg" border="0" alt="Photography" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s294.photobucket.com/albums/mm83/drop_dead1792/photography/?action=view&amp;amp;current=z54212024.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i294.photobucket.com/albums/mm83/drop_dead1792/photography/z54212024.jpg" border="0" alt="Photography" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s294.photobucket.com/albums/mm83/drop_dead1792/photography/?action=view&amp;amp;current=z90629369.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i294.photobucket.com/albums/mm83/drop_dead1792/photography/z90629369.jpg" border="0" alt="Photography" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2150992704216165891-8256846679028215387?l=adeira387.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeira387.blogspot.com/feeds/8256846679028215387/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2150992704216165891&amp;postID=8256846679028215387' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/8256846679028215387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/8256846679028215387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeira387.blogspot.com/2008/04/refreshing-dulu-yaa.html' title='Refreshing dulu yaa...!!!!'/><author><name>Ade Faulina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00809668338096395191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yFRhgYcDHsc/SR0N3kF2bbI/AAAAAAAAAC0/W1OY312SGzc/S220/DSCI0011.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i294.photobucket.com/albums/mm83/drop_dead1792/photography/th_z55822594.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2150992704216165891.post-2401410147363812522</id><published>2008-04-14T15:52:00.000+07:00</published><updated>2008-04-14T16:29:39.897+07:00</updated><title type='text'>Perdebatan "Mbak" Di Rumah!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://s294.photobucket.com/albums/mm83/drop_dead1792/photography/?action=view&amp;amp;current=z70384901.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://s294.photobucket.com/albums/mm83/drop_dead1792/photography/?action=view&amp;amp;current=z70384901.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan Bahasa Indonesia yang tidak pada tempatnya juga mendapat perhatian orang tuaku di rumah. Kata yang mendapat perhatian lebih adalah kata "mbak". Kata yang satu ini sering menimbulkan perdebatan hangat yang kalau nggak tahan bisa bikin "kuping sakit". Penggunaan kata sapa mbak, menurut ortuku(lagi) nggak sesuai dengan ejaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Mbak sebenarnya merupakan bahasa daerah (Jawa) yang kemudian populer lantara sering diucapkan, nggak hanya di media (TV, koran, buku, dll) tapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya saja di bank, supermarket, toko buku, yang mewabah di seluruh Indonesia. Nggak peduli apakah yang  memanggil atau dipanggil  itu tua maupun muda, yang penting "mbak!" Padahal kata sapa bagi perempuan secara resmi adalah "Ibu!" So, apakah ini hanya sebatas perdebatan ketika makan maupun santai di rumahku atau kesalahan ini memang pantas untuk diperbaiki, ya... kan (mbak)???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2150992704216165891-2401410147363812522?l=adeira387.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeira387.blogspot.com/feeds/2401410147363812522/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2150992704216165891&amp;postID=2401410147363812522' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/2401410147363812522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/2401410147363812522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeira387.blogspot.com/2008/04/perdebatan-mbak-di-rumah.html' title='Perdebatan &quot;Mbak&quot; Di Rumah!'/><author><name>Ade Faulina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00809668338096395191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yFRhgYcDHsc/SR0N3kF2bbI/AAAAAAAAAC0/W1OY312SGzc/S220/DSCI0011.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2150992704216165891.post-4186924576166833206</id><published>2008-04-14T15:11:00.000+07:00</published><updated>2008-04-14T15:23:11.787+07:00</updated><title type='text'>Perjalanan Ke Bukittinggi</title><content type='html'>Kemarin (12/4) aku &lt;span style="font-size:100%;"&gt;sama keluarga liburan ke Bukittinggi. Asyik deh...! Cuaca yang cerah bikin mood buat santai jadi tambah tinggi. Sebenarnya kita ke sana buat ngunjungin saudara perempuan mama. Tapi sebelum ke tempat tujuan kita mampir dulu di pasar Bukittinggi (dekat jam gadang) buat shoping (oleh-oleh n pakaian). kemudian baru deh kita ke tempat "etek-ku" tercinta. Pokoknya kemarin asyik abis...!!!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2150992704216165891-4186924576166833206?l=adeira387.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeira387.blogspot.com/feeds/4186924576166833206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2150992704216165891&amp;postID=4186924576166833206' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/4186924576166833206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/4186924576166833206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeira387.blogspot.com/2008/04/perjalanan-ke-bukittinggi.html' title='Perjalanan Ke Bukittinggi'/><author><name>Ade Faulina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00809668338096395191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yFRhgYcDHsc/SR0N3kF2bbI/AAAAAAAAAC0/W1OY312SGzc/S220/DSCI0011.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2150992704216165891.post-1997499866119303885</id><published>2008-04-11T15:07:00.000+07:00</published><updated>2008-04-11T15:49:04.406+07:00</updated><title type='text'>FITNA....Kok teganya...!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://s148.photobucket.com/albums/s21/scruffgromitt/my%20stuff/two/?action=view&amp;amp;current=art-photography.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://s148.photobucket.com/albums/s21/scruffgromitt/my%20stuff/two/?action=view&amp;amp;current=art-photography.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://s148.photobucket.com/albums/s21/scruffgromitt/my%20stuff/two/?action=view&amp;amp;current=art-photography.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://s148.photobucket.com/albums/s21/scruffgromitt/my%20stuff/two/?action=view&amp;amp;current=art-photography.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Hanya satu kata buat film FITNA......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;FITNA (HHH)....!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISLAM ARE RAHMATAN LIL 'ALAMIN...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2150992704216165891-1997499866119303885?l=adeira387.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeira387.blogspot.com/feeds/1997499866119303885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2150992704216165891&amp;postID=1997499866119303885' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/1997499866119303885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/1997499866119303885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeira387.blogspot.com/2008/04/fitnakok-teganya.html' title='FITNA....Kok teganya...!'/><author><name>Ade Faulina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00809668338096395191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yFRhgYcDHsc/SR0N3kF2bbI/AAAAAAAAAC0/W1OY312SGzc/S220/DSCI0011.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2150992704216165891.post-3796156693132471029</id><published>2008-04-11T14:41:00.000+07:00</published><updated>2008-04-11T15:00:22.348+07:00</updated><title type='text'>KORUPSIII...lagi?!</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Waktu baca koran kemarin, lagi...anggota Dewan yang kita hormati, ketangkap tangan lagi nerima uang SUAP...capee de3h...! Anggota dewan yang satu ini ternyata memang sudah lama jadi target kerja KPK. Kalau kita mau menghitung kasus KKN yang ada di bangsa ini, pastinya udak nggak kehitung. Mulai dari kasus yang hanya ingin mendapatkan keuntungan pribadi, hingga kasus-kasus yang melibatkan orang banyak serta merugikan negara Republik Indonesia yang kita cintai ini. Dan dari sekian banyak kasus hukum yang ditangani tersebut tak satu pun yang terselesaikan secara adil, karena sudah rahasia umum, semuanya cuma sebatas MEJA HIJAU. Kelanjutannya....ya cuma diam aja...walaaahh... kasihan rakyat toh...! Nggak tahu deh, apa yang mereka pikirkan (uang dong ah!). Mereka seharusnya jadi utusan rakyat yang kerjanya untuk rakyat, tapi yang terjadi justru sebaliknya. Kalau mau cari duit yang  HALAL dikit napa...?! &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2150992704216165891-3796156693132471029?l=adeira387.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeira387.blogspot.com/feeds/3796156693132471029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2150992704216165891&amp;postID=3796156693132471029' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/3796156693132471029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/3796156693132471029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeira387.blogspot.com/2008/04/korupsiiilagi.html' title='KORUPSIII...lagi?!'/><author><name>Ade Faulina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00809668338096395191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yFRhgYcDHsc/SR0N3kF2bbI/AAAAAAAAAC0/W1OY312SGzc/S220/DSCI0011.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2150992704216165891.post-2904736361682007943</id><published>2008-04-06T13:07:00.001+07:00</published><updated>2008-04-06T13:35:09.058+07:00</updated><title type='text'>Wanita sekarang terlalu banyak bicara...!</title><content type='html'>Judul tulisan di atas bukan untuk menyudutkan, menyepelekan, maupun menghina kaum perempuan, karena bagaimanapun saya sendiri adalah perempuan. Televisi sebagai media massa sejauh ini telah menjalankan perannya secara "cukup baik". Yaitu menjalankan peran utamanya sebagai media informasi dan hiburan, yang menginformasikan apapun kepada khalayaknya dimanapun berada.&lt;br /&gt;Saya benar-benar kecewa dan bingung dengan cara perempuan sekarang  menyikapi suatu persoalan. perempuan sekarang cendrung membabi buta dalam mengungkapkan pemikirannya, entah pemikiran atau apa yang dikatakannya itu bermanfaat,  masuk akal, pantas untuk dikatakan, yang penting NGOMONG. Buktinya yaitu pernyataan publik figur yang lagi banyak disorot TV belakangan, yang cara ngomongnya cendrung nggak ada isi, terlalu emosian dan agak kasar.&lt;br /&gt;kalau cara bicara perempuan Indonesia begitu semua, bisa berabe tuh. bukannya apa-apa karena yang namanya perempuan cara bicaranya seharusnya lebih tenang, nggak asal. Dan satu lagi harus SPORTIF. seandainya kita kurang berkenan dengan perkataan atau pendapat orang lain, ya ditanggapi dengan cara yang baik dan sopan dong! karena saya yakin PEREMPUAN INDONESIA, bermutu semua kok....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2150992704216165891-2904736361682007943?l=adeira387.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeira387.blogspot.com/feeds/2904736361682007943/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2150992704216165891&amp;postID=2904736361682007943' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/2904736361682007943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/2904736361682007943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeira387.blogspot.com/2008/04/wanita-sekarang-terlalu-banyak-bicara.html' title='Wanita sekarang terlalu banyak bicara...!'/><author><name>Ade Faulina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00809668338096395191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yFRhgYcDHsc/SR0N3kF2bbI/AAAAAAAAAC0/W1OY312SGzc/S220/DSCI0011.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2150992704216165891.post-6206515542421363956</id><published>2008-04-06T12:59:00.000+07:00</published><updated>2008-04-06T13:05:12.142+07:00</updated><title type='text'>haiii...</title><content type='html'>assalamualaikum,wr.wb&lt;br /&gt;Blog bukuku ini sebenarnya sudah semenjak awal tahun baru kemarin ada. Namun berhubung karena aku merupakan orang yang bekerja digerakkan oleh mood maka baru saat ini keinginan buat nulis dan ngisi blog ini ada.  tapi sebenarnya buat nulis , kebiasaan ini sudah ada di diri aku sejak aku kecil. Tepatnya ketika aku bisa nulis, I CAN'T STOP. Aku akan  berusaha sekuat tenaga buat ngisi blog ini. karena banyak kejadian yang bikin aku gelisaha, sedih, marah dan kesal yang poengin aku bagi. Bukan untuk menambah permasalahan orang-orang yang bersedia baca tulisan ini nantinya, tapi tak lebih ingin memperbaiki "Keadaan" (seandainya bisa)...&lt;br /&gt;buat sekarang ini dulu yah, bye&lt;br /&gt;Wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2150992704216165891-6206515542421363956?l=adeira387.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adeira387.blogspot.com/feeds/6206515542421363956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2150992704216165891&amp;postID=6206515542421363956' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/6206515542421363956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2150992704216165891/posts/default/6206515542421363956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adeira387.blogspot.com/2008/04/haiii.html' title='haiii...'/><author><name>Ade Faulina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00809668338096395191</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_yFRhgYcDHsc/SR0N3kF2bbI/AAAAAAAAAC0/W1OY312SGzc/S220/DSCI0011.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
