Halaman

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Maret 2015

Cerita dalam Sebuah Bus Tua

Aku duduk di dalam bus tua
Menjulurkan tangan
Menangkap angin

Aku duduk di dalam bus tua
Meraih cahaya
Mencari-cari ingatan

Aku duduk di dalam bus tua
Menyandarkan diri pada nasib
Senantiasa mengukir mimpi

Kini, aku telah sampai di pintu yang dituju
Meninggalkan jejak sambil berlalu
Melangkah tanpa ragu
(Padang, 7/3/2015)

Rabu, 25 Februari 2015

Biarkan, Bebaskan

Biarkan segalanya lepas
Dan yakinlah diri
Bahwa hidup adalah keabadian yang lain
Bila waktunya tiba sesiapa pun
Pasti kan berjumpa
Maka bebaskanlah diri itu
(Padang, 25-2-2015)

Jumat, 18 Juli 2014

Rumah yang Berdetak




waktu adalah seumpama rumah yang berdetak
ia merupa kejadian demi kejadian
yang berjatuhan dalam tanggal-tanggal
serupa ingatan-ingatan kabut di hati
adakalanya kita menjadi terisak sedih
adakalanya kita tertawa bahagia
adakalanya kita kecewa
ya, semuanya selalu menjadi sesuatu
yang mencerahkan jiwa
ataupun menjadi sunyi yang menentramkan
waktu adalah seumpama rumah yang berdetak
yang menciptakan rupa dan warna
sesaat setelah bunga-bunga bermekaran di halaman 

Rabu, 29 Januari 2014

malam telah mati

kemana hilang segala yang bernyanyi
kemana terbang segala yang bersyayap
kemana pergi kata-kata yang tiada mau ditulis
kemana hati yang bimbang hendak singgah itu

malam telah mati

tiada cahaya

hanya esok yang kita inginkan
sebarkan setumpukl cahaya lain
memmancar hinggal
ke lubang-lubang
entah serupa apa
(Padang, 28/1/2014)

Jumat, 23 Agustus 2013

Kekasih Ikan



satu peluk saja, pintamu hari itu
aku masih enggan
ini tidak ada dalam skenario
ujarku dengan seringai tertahan
awalnya kita hanya jatuh cinta
berdamai dengan segala rasa

satu peluk saja, kau tak henti bujuk diriku
aku masih bertahan
tak lama, aku pun kehilangan senyum dan tawamu
kau marah
aku pura-pura tak peduli
lama, aku pun lemah
aku memelukmu

satu peluk saja, maka kau ikan
dan aku air
ingatanku kembali
pertemuan kita bukanlah disengaja

(Padang, 22/7/2013)

Tubuh Puisi

aku mencari puisi di wajahmu
berkali-kali kuamati
namun yang kutemukan hanya sunyi
"tak ada puisi," ujarku
padahal aku sedang mencari
judul yang tepat
untuk larik-larik yang telah kurangkai
untuk segala pertemuan, perpisahan
barangkali kehilangan maupun segala rasa yang pernah ada
di dada
(Padang, 23-8-2013) 

Sabtu, 22 Desember 2012

Tulisan Kecil

Desember ini puisi telah merimbun di tamanku// :)


puisi tidak bisa dipaksa/ia akan mengalir dari ruang yang tak kita ketahui/hingga ia kan menjelma kata dari pori-pori kita sendiri//


untuk sesaat barangkali ku kan berhenti mendengarkan/keluhku kesah kalian/bukanlah hal yang baik jika terus ditumpahkan//


belajar memahami bukanlah hal yg mudah/namun percaya kpd diri sendiri bisa mjd salah satu kunci menuju dunia yg damai/ia masih disitu//


Duniaku telah berubah di bulan keempat yang lalu/maaf jika kali ini aku tidak seperti dulu/jangan menghakimi ---->


Kepada teman,karib sahabat salam ini kan kukirimkan/biarkan tuk sejenak ku mengalir sendiri/berenang ke ruang jantung yg paling dalam// ^_^


sore ini aku bergegas pulang/setelah segala tugas usai/ingin segera melihat matahari/sebelum ia terbenam/dan aku kembali pulang larut malam/


sore ini aku bergegas pulang/setelah segala tugas usai/ingin segera melihat matahari/sebelum ia terbenam/dan aku kembali pulang larut malam/


(16 dan 20 desember 2012)

Sabtu, 15 Desember 2012

Selintas Kata

Sudah lama aku tidak begadang/menunggu puisi-puisi datang dan meradang/minta segera disuratkan//


Menunggu jarum jam berdetak menuju dua belas/usia kan berganti/sedangkan hidup akan menjadi kenangan yang tidak berbayar/dia datang dengan segala kebebasan//


Tanganku terbuka lebar/menunggu puisi yang datang dan aku kembali dapat bersenandung dalam sukacita yang penuh/di desember ini// 


Bulan hujan/para pengantin akan datang/dengan balutan merah/tiada bernama/hanya cinta yang menandai mereka adalah sepasang yang berbahagia/berlayarlah di Desember ini/barangkali tahun mendatang/akan banyak sukacita yang tumpah/dari matamu dan mungkin juga mereka/bulan hujan/cinta akan mengalir ke dalam hati masing-masing/bersenandunglah//


Ujung tahun telah tiba/hari-hari lalu telah menunggu di pintu/sedangkan hari-hari baik pun merapat di jendela/bersama udara mereka beterbangan hingga menyentuh ragaku/pada denting jam yang akan segera berkahir di hitungan dua belas ini/segala akan menjadi kenangan yang tiada kita duga//


Bulan ini harusnya ada banyak puisi yang tumpah dari langit/namun entah mengapa ada yang enggan datang/apakah puisi selalu menemu jarak dengan bumi/tempat segala yang ada hanya seumpama fana/di bulan ini tarian puisiku pergi lamat-lamat/saat segala yang tersirat tak jua tersurat/bulan ini harusnya ada banyak puisi yang tumpah dari langit/dan menggenang di sekitar kakiku//

Padang, 9 Desember 2012 (^_^)