Jumat, 18 Juli 2014

Sampai Jumpa Gadis Kecil

Usia bukanlah ukuran bagaimana menilai karakter atau watak seseorang. Usia kadangkala hanyalah hitungan angka-angka yang tak menentu. Adakalanya seseorang dengan usia dewasa tapi masih bertingkah dan berpola pikir seperti anak kecil. Ataupun sebaliknya ada orang dengan usia yang masih kecil (remaja/pra dewasa) tapi justru berlagak dan bertingkah seperti orang dewasa kebanyakan. Banyak hal yang menyebabkan hal demikian terjadi. Faktor lingkungan, bacaan, pergaulan, tontonan dan sebagainya barangkali menjadi beberapa sebab mengapa hal itu terjadi.

Kupasan di atas sebenarnya merupakan refleksi dari apa yang saya rasakan saat ini. Ada gadis kecil yang terjebak di dalam diri saya. Bagaimana hal ini bisa terjadi atau saya rasakan tentu akan memakan waktu yang panjang untuk menuliskannya. Saya hanya akan mengupas sedikit saja. Beberapa hal yang rasakan ketika menjadi "gadis kecil" dalam usia yang sudah dewasa ini adalah saya selalu membutuhkan bantuan seseorang untuk melakukan sesuatu. Baik itu untuk melakukan hal kecil maupun besar. Ataupun memutuskan sesuatu yang menyangkut kepentingan saya pribadi.


Saya juga tidak mengerti mengapa hal demikian terjadi. Mengapa saya begitu tergantung dengan orang lain? Padahal dari segi usia, saya sudah bisa dikategorikan dewasa. Apakah karena dalam keluarga saya merupakan anak bungsu. Ataukah karena saya merasa nyaman diperlakukan seperi gadis kecil. Saya lebih menyukai bersenang-senang daripada serius dalam memikirkan sesuatu. Saya senang mendapat perhatian dan dimanja. Padahal saya mengetahui sifat-sifat atau sikap seperti ini seringkali menyulitkan saya untuk bergerak. Orang-orang di lingkungan sekitar saya, utamanya keluarga kadangkala menjadikan ini sebagai ukuran atau pertimbangan untuk melarang saya untuk melakukan sesuatu.

Jujur, saya tidak ingin terus seperti ini. Namun di  lain sisi saya juga kesulitan untuk melepaskan diri dari genggaman gadis kecil tadi. Ia selalu mengikuti kemanapun saya pergi. Saya menyadari hal ini tidak baik. Karena tidak hanya menyusahkan saya pribadi. Tetapi juga orang lain. Bagaimana tidak, akibatnya saya tidak akan pernah benar-benar dewasa dan mandiri. Saya tidak akan pernah mampu untuk berbuat sesuatu bagi diri saya sendiri. Menjadi gadis kecil merupakan suatu kesenangan tersendiri. Namun yang perlu diketahui bahwa sesuatu itu ada batasnya. Suatu hari nanti saya akan benar-benar melepaskan genggaman itu dan mengucapkan salam perpisahan kepada gadis kecil. Saya akan berusaha keras. ^_^ (Padang, 18 Juli 2014)

Tidak ada komentar: