Sabtu, 15 Desember 2012

Selintas Kata

Sudah lama aku tidak begadang/menunggu puisi-puisi datang dan meradang/minta segera disuratkan//


Menunggu jarum jam berdetak menuju dua belas/usia kan berganti/sedangkan hidup akan menjadi kenangan yang tidak berbayar/dia datang dengan segala kebebasan//


Tanganku terbuka lebar/menunggu puisi yang datang dan aku kembali dapat bersenandung dalam sukacita yang penuh/di desember ini// 


Bulan hujan/para pengantin akan datang/dengan balutan merah/tiada bernama/hanya cinta yang menandai mereka adalah sepasang yang berbahagia/berlayarlah di Desember ini/barangkali tahun mendatang/akan banyak sukacita yang tumpah/dari matamu dan mungkin juga mereka/bulan hujan/cinta akan mengalir ke dalam hati masing-masing/bersenandunglah//


Ujung tahun telah tiba/hari-hari lalu telah menunggu di pintu/sedangkan hari-hari baik pun merapat di jendela/bersama udara mereka beterbangan hingga menyentuh ragaku/pada denting jam yang akan segera berkahir di hitungan dua belas ini/segala akan menjadi kenangan yang tiada kita duga//


Bulan ini harusnya ada banyak puisi yang tumpah dari langit/namun entah mengapa ada yang enggan datang/apakah puisi selalu menemu jarak dengan bumi/tempat segala yang ada hanya seumpama fana/di bulan ini tarian puisiku pergi lamat-lamat/saat segala yang tersirat tak jua tersurat/bulan ini harusnya ada banyak puisi yang tumpah dari langit/dan menggenang di sekitar kakiku//

Padang, 9 Desember 2012 (^_^)

Tidak ada komentar: