Selasa, 09 Agustus 2011

Dunia Besar Dunia Kecil


Saya tidak tahu apakah istilah Dunia Besar Dunia kecil di atas pernah digunakan sebelumnya. Namun bagi saya pribadi, istilah ini memang datang begitu saja (tidak nyontek), yaitu saat saya dalam proses pengerjaan skripsi dua tahun silam. Terutama istilah dunia kecil yang memang secara spontan muncul saat itu. Saya ingat istilah ini saya gunakan dalam Kata Pengantar sebagai ucapan terima kasih untuk orang-orang yang telah membantu saya selama proses pengerjaan skripsi tahun 2009 lampau. Yap, saya termasuk orang yang mempertahankan tradisi untuk mengutarakan segala sesuatu secara gamblang, termasuk dalam penulisan skripsi sekalipun. Bukan untuk narsisme atau apapun namanya, hanya saja segala sesuatu itu memang akan terasa lebih lapang ketika telah tersampaikan. Meskipun itu hanya dalam sebuah buku yang bernama skripsi. Sedangkan untuk istilah dunia besar baru saya temukan beberapa jam yang lalu, heheheheh....

Dunia besar merupakan tempat di mana kita berasal, tempat kita tinggal dan berproses secara alami dengan alam yang serba luas dan maha kaya ini. Kita (diri sendiri) menjadi bagian dari bumi yang merupakan rumah bagi makhluk hidup, termasuk juga kita sebagai manusia. Di dunia besar inilah kita memperlihatkan eksistensi sebagai makhluk yang tidak sia-sia penciptaan-Nya. Ia menjadi khlaifah di muka bumi. Membaca pedoman (alam, dll) serta menjalankan petunjuk yang ada. Segala yang ada di alam merupakan perwujudan kasih Tuhan. Sejauh mana kita bisa mengisi kehidupan di dunia besar ini tergantung bagaimana kita memandang diri kita sendiri. Apakah kita mampu mensyukuri segala nikmat. Bangkit ketika dihadapkan pada hal yang tidak menyenangkan. Dan tetap melangkah untuk mewujudkan segala keinginan yang kita alami. Dunia besar senantiasa menunggu kita untuk itu.

Sementara itu dunia kecil menjadi pengibaratan diri kita yang rapuh. Ia merupakan perwujudan dari hal terdekat yang kita miliki. Keluarga, teman, kekasih, sahabat atau siapapun dan apapun yang selama ini membantu kita menjadi manusia yang lebih baik. Lebih baik di sini bukan hanya dalam bentuk memperoleh nikmat yang membahagiakan tetapi juga menjadikan kita seseorang yang menyadari kuasa alam, kuasa Tuhan yang menimpa diri kita. Seperti membangkitkan rasa peduli, bahagia, sedih, kecewa, dll yang menjadikan kita lebih baik. Meskipun kadangkala caranya tidak selalu baik. Seperti dipecat dari pekerjaan, putus cinta, patah semangat saat melakukan sesuatu. Nah, di dunia kecil inilah kita bergantung.

Dunia besar dan kecil ini tanpa kita sadari memiliki keterkaitan yang erat. Dunia kecil dapat membawa kita ke dunia besar dengan langkah tegap dan pandangan optimis atau justru sebaliknya. Membuat kita takut, khawatir atau perasaan negatif lainnya yang merusak diri kita sendiri. Kemudian juga sebaliknya dari dunia besar inilah kita belajar untuk tegar, berani, pintar dalam bertindak dalam mengatasi berbagai persoalan yang berasal dari dunia kecil yang kadang mampu melumpuhkan hal-hal baik yang kita miliki. Maka sebaiknya keberadaan kita di dunia besar dan dunia kecil tersebut perlu kita sikapi secara bijak. Menjadikannya tempat berpijak yang seimbang. Tahu kapan saat masuk ataupun keluar dari semua persoalan yang barangkali kerap membuat kita "tersesat" .

Tidak ada komentar: